4 Hal untuk Mengungkapkan Ketidaksetujuan yang Tepat
-
Ketika seseorang merasa tidak aman akan menjadi lebih tertutup.
-
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa didengar ada rasa nyaman ingin terbuka.
-
Setiap manusia sedang berproses jadi setiap orang tentu berbeda.
JAKARTA - MEDIA POSITIF, Anda terkadang tidak selalu setuju dengan suatu hal dan itu tidak masalah karena setiap manusia memiliki perbedaan pendapat terkait suatu hal.
Namun, apakah cara mengungkapkan ketidaksepakatan tersebut terasa sudah membantu anda untuk menyampaikan apa yang anda rasakan atau hanya sekedar menambahkan bakar ke api yang telah berkobar.
Ketika kita membagikan sesuatu, wajar jika tidak semua orang langsung untuk memahami atau melihatnya dari sudut pandang yang sama.
4 cara untuk mengungkapkan ketidaksetujuan yang tepat Jika anda masih bingung dengan cara mengungkapkan kalimat ketidaksetujuan yang tepat agar mudah dipahami oleh orang lain. Berikut ini 4 caranya:
1. Rasa aman psikologis
Tidak mudah bagi siapapun untuk mendengarkan sudut pandang yang berbeda dengan keyakinan, sudut pandang, dan nilai.
Hal itu wajar, karena setiap orang tumbuh dengan pengalaman dan prinsip hidup yang berbeda-beda.
Bahkan, Ketika seseorang merasa tidak aman atau terancam, ia mungkin menjadi lebih tertutup sebagai cara untuk melindungi dirinya.
Dalam keadaan ini, orang yang semakin teguh pendirian akan tetap pertahankan sudut pandang.
Ketika dua orang sama-sama merasa belum benar-benar dipahami, percakapan dapat dengan mudah berubah menjadi ajang saling mempertahankan diri atau defensif.
Padahal setiap orang tentu ingin dipahami dan didengar agar muncul perasaan nyaman.
2. Bersikap tegas
Anda bisa mengakui perasaan dan keterlibatan emosional ketika berada dalam percakapan yang semakin sulit tanpa harus benar setuju dengan keyakinan orang lain.
Anda bisa memiliki rasa hormat dengan orang lain dengan mengatakan: "saya merasa betapa pentingnya hal ini bagi anda, saya mengerti sangat hal ini sangat berarti bagi anda."
Dalam percakapan, anda tidak perlu merasa setuju dengan sudut pandang setiap orang karena tentu pendapat kalian berbeda kecuali jika anda sefrekuensi. Hal terpenting ketika mengakui pengalaman dan validasi mereka merasa dihargai.
Sehingga percakapan akan berjalan menjadi lebih hangat tanpa adanya debat dan konstruktif.
3. Bersikap Tulus
Jika anda terjebak dengan percakapan yang sulit dan beda pola pikir, bukan berarti anda harus berpura - pura tertarik dengan keyakinan orang lain.
Terkadang penting untuk menyadari apakah pertanyaan yang kita ajukan benar-benar lahir dari rasa ingin memahami, atau hanya untuk membuktikan sesuatu.
Pertanyaan yang baik biasanya tidak dimaksudkan untuk menjebak, melainkan untuk membuka ruang pemahaman.
Pertanyaan seperti ini bisa membuat anda lebih refleksi. Jika anda tidak ingin tau terkait informasi juga bisa menjadi tanda bahwa anda belum merasa siap memulai percakapan itu dengan orang lain.
4. Bersikap Tenang
Ada kalanya 2 orang yang berada pada percakapan yang sulit bisa membiasakan untuk bersikap tenang.
Jika anda tidak bisa mengontrol emosi. Wajar jika emosi muncul dalam percakapan yang sulit, tapi tanpa jeda, kita mungkin tanpa sengaja menyakiti orang lain karena terjebak dalam rasa marah.
Sehingga bukan menyelesaikan masalah, tapi justru menjadi perang ego. Hal ini tentu bisa anda hindari dengan memperlambat percakapan, jika suasana telah memanas.
Memiliki kepala dingin ada gunanya agar bersikap mengontrol emosi dan lebih bersikap tenang.
Cobalah hitung dari 1 - 10, berikan jeda singkat untuk bisa membuat tubuh tenang.
4 langkah ini bisa membantu anda dalam mengungkapkan ketidaksetujuan tanpa harus menyakiti orang lain, tapi bisa bersikap tegas menyampaikan apa yang anda rasakan.
Original article : Author : Don Johnson - Link Article : https://medium.com/p/56d1380bbdf1#f21d-0881f67d4cd7

Komentar