Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Minum Saat Makan: Boleh atau Tidak?

Minum Saat Makan: Boleh atau Tidak?
Pastikan makanan dikunyah dengan sempurna terlebih dahulu, sebelum minum (foto ilustrasi)

JAKARTA, MEDIA POSITIF - Pernahkah Anda ditegur orang tua karena terlalu banyak minum di sela-sela makan? Atau mungkin Anda merasa seret jika tidak menenggak air setiap dua suapan? Kebiasaan minum saat makan seringkali dianggap merusak pencernaan, namun benarkah demikian?

Mari kita bedah secara lugas bagaimana cara minum yang tepat agar perut tetap nyaman dan nutrisi terserap maksimal.

1. Jangan "Banjiri" Lambung Anda

Banyak orang khawatir air akan mengencerkan asam lambung. Secara medis, air sebenarnya tidak mengganggu kinerja enzim pencernaan secara drastis. Masalah utamanya adalah volume.

Jika Anda minum terlalu banyak (misalnya dua gelas besar) di tengah makan, lambung akan terasa penuh dan begah lebih cepat. Ini memberikan sinyal kenyang palsu, padahal nutrisi yang masuk belum cukup. Selain itu, perut yang terlalu penuh meningkatkan risiko reflux atau asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

2. Gunakan Air Sebagai "Pelicin", Bukan Pendorong

Banyak dari kita menggunakan air untuk "mendorong" makanan yang belum dikunyah dengan halus agar cepat masuk ke tenggorokan. Ini adalah kesalahan besar.

  • Solusinya: Kunyah makanan sampai lembut. Gunakan air hanya dalam sesapan kecil (small sips) untuk membantu membasahi makanan atau membersihkan palet lidah.

3. Perhatikan Suhu Air

Air es memang terasa segar, terutama saat menyantap makanan pedas. Namun, air dengan suhu ruang atau hangat jauh lebih ramah untuk lambung.

Suhu yang ekstrem (terlalu dingin) dapat membuat otot saluran pencernaan sedikit menegang dan memperlambat proses pengosongan lambung bagi sebagian orang yang sensitif.

4. Jenis Minuman Itu Penting

Jika tujuannya adalah kesehatan pencernaan, air putih adalah juaranya.

  • Hindari Soft Drink/Soda: Karbonasi ditambah makanan berat akan membuat perut Anda penuh gas dan kembung.

  • Hindari Teh Manis atau Kopi: Tanin dalam teh dan kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang baru saja Anda santap. Jika ingin teh, beri jeda minimal 30–60 menit setelah makan.

5. Waktu Emas: Sebelum dan Sesudah

Cara terbaik untuk tetap terhidrasi tanpa mengganggu ruang lambung adalah:

  • 30 Menit Sebelum Makan: Minum satu gelas air. Ini membantu menyiapkan lambung dan mencegah makan berlebihan.

  • 30 Menit Sesudah Makan: Baru mulai minum dengan volume yang lebih banyak untuk membantu proses transportasi nutrisi.

Minum saat makan itu boleh dan aman, asalkan dilakukan dengan bijak. Kuncinya adalah sesap sedikit-sedikit, jangan terburu-buru, dan pastikan makanan dikunyah dengan sempurna terlebih dahulu. Dengan begitu, Anda bisa menikmati hidangan tanpa rasa begah yang menyiksa.


Sumber Referensi: Mayo Clinic. (2020). Is it bad to drink water with meals? Diakses dari: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/digestion/faq-20058348.


Komentar