3 Cara Berpikir & Bersikap Tenang Dekat Dengan Alam
-
Menghabiskan hanya 20 menit di alam dapat menurunkan hormon stres.
-
Alam membantu kita melihat masalah dengan perspektif yang lebih damai.
-
Bahkan dari rumah saja, seseorang bisa menjelajah alam dengan melakukan teknik visualisasi alam.

JAKARTA - MEDIA POSITIF, Ketika kita menjalani kehidupan modern yang serba cepat dan teknologi canggih, tanpa sadar kita sering menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan.
Banyak dari kita mungkin merasa lelah, jenuh, atau bahkan sedikit terputus dari alam. Padahal, hubungan dengan alam sering kali memberi ketenangan yang kita butuhkan.
Dalam situasi seperti ini, muncul pertanyaan: apakah teknologi justru bisa membantu kita kembali merasakan kedekatan dengan alam dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mental kita?
Dilema modern
Di era digital saat ini, banyak dari kita tanpa sadar menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada di alam terbuka.
Rutinitas pekerjaan, teknologi, dan aktivitas di dunia maya sering membuat kita jarang keluar ruangan. Padahal, nenek moyang kita dahulu hidup sangat dekat dengan alam.Faktanya, di era digital saat ini sekitar 85% aktivitas sehari-hari manusia dilakukan di dalam ruangan.
Berdasarkan Journal of Physiological Anthropology, banyak penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dapat berdampak kurang baik bagi kesejahteraan manusia.Sementara itu, berinteraksi dengan alam sering memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
Para ahli bahkan menyebut kondisi ini sebagai defisit alam, yaitu keadaan ketika manusia semakin jarang berinteraksi dengan lingkungan alami.
3 hal yang bisa dilakukan agar bisa mengakses dunia alam
Tidak banyak dari kita yang bisa tinggal atau bekerja langsung di alam, dan itu wajar. Tapi kita masih bisa meluangkan waktu sejenak di siang hari untuk merasakan alam di sekitar kita. Coba lima cara sederhana berikut ini:
1. Temukan ruang hijau
Hanya dengan menyentuh alam dan menghirup udara di taman atau ruang hijau sekitar, kita bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan kecil.
Penelitian Scientific Reports menunjukkan menunjukkan bahwa hanya dengan menghabiskan 30 menit seminggu di taman kota, kita bisa merasa lebih rileks, stres berkurang, dan tekanan darah lebih stabil.
Mereka yang melakukannya juga sering merasa lebih dekat dengan orang-orang di sekitarnya dan lebih terhubung dengan komunitas.
2. Membawa alam ke dalam ruangan
Jika tidak ada taman atau ruang hijau, Anda bisa menanam beberapa tanaman hijau di rumah. Selain membuat ruangan lebih segar, tanaman ini bisa membuat hati lebih tenang dan memberi rasa bangga saat merawatnya.
Langkah sederhana seperti ini juga bisa menumbuhkan naluri merawat dan perhatian pada diri sendiri atau lingkungan sekitar.
3. Visualisasi
Ingatan bisa membantu kita membayangkan pemandangan yang menenangkan saat merasa stres atau cemas.Misalnya, membayangkan hari yang cerah di pantai, bermain air, atau mencium aroma rumput di musim panas dapat membuat tubuh dan pikiran terasa lebih rileks.
Teknis visualisasi ini bisa membuat diri seperti berada di alam bahkan ketika kita tidak menjelajahi alam. Hal ini karena membangkitkan beberapa respons untuk membuat tubuh rileks.
Dalam studi Frontiers in Psychology, para peneliti menunjukkan bahwa teknik visualisasi alam dapat mengurangi kecemasan lebih efektif dibandingkan visualisasi perkotaan.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya pikiran kita yang kuat, tapi bahkan membayangkan alam dapat membantu menenangkan tubuh dan hati.
3 langkah sederhana bisa mendekatkan diri anda pada alam sehingga anda bisa terus selaras dengan alam dan bersyukur dengan menerima hidup.***
Sumber : Original Article - Nature-deficit disorder (and how to treat it)

Komentar