Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

5 Tanda Anak Mengalami Kecemasan Sosial dan Cara Mengatasinya

Kecemasan sosial membuat anak memiliki rasa takut interaksi, 5 pedoman ini tanda anak mengalami & cara mengatasi
5 Tanda Anak Mengalami Kecemasan Sosial dan Cara Mengatasinya
5 tanda anak mengalami kecemasan sosial (Sumber: Freepik/@Boris Pavlikovsky)

JAKARTA – MEDIA POSITIF,

  • Seorang anak yang mengalami kecemasan sosial mungkin percaya bahwa orang lain menghakimi mereka.

  • Tanda-tanda kecemasan sosial pada anak meliputi kekhawatiran yang terus-menerus sebelum situasi sosial.

  • Dapat mendukung mereka dengan berbagai cara, seperti memvalidasi perasaan mereka.

Merasa minder di sekitar orang lain itu hal yang umum terjadi pada anak dan remaja terutama ketika menghadapi situasi sosial. Namun, kecemasan sosial pada anak berpengaruh pada interaksi dengan orang lain.

Sebagai orangtua, tentu Anda harus mengenali tanda dan mendampingi anak menjadi lebih percaya diri dan nyaman disekitar orang lain.

Tanda anak mengalami kecemasan sosial

Berikut beberapa tanda umum yang mungkin diperhatikan orang tua:

  • Menghindari situasi sosial.
  • Terlalu khawatir sebelum acara sosial.
  • Takut  dihakimi atau dipermalukan.
  • Menghindari kontak mata.
  • Mencari kepastian.

Ada tanda fisik kecemasan yang terlihat:

  • Gemetar
  • Kegugupan.
  • Berkeringat.
  • Tegang.
  • Wajah memerah.

Kecemasan sosial bisa dimulai sejak dini dengan rentang usia 8 – 15 tahun, meskipun tandanya bisa muncul pada anak lebih muda.

Cara membantu anak mengatasi kecemasan sosial

Anak yang merasa cemas sosial akan merasa aman jika Anda melakukan beberapa cara berikut ini:

1. Bicaralah secara terbuka terkait cemas sosial.

2. Beritahu bahwa perasaan masuk akal.

3. Berlatih bersama di rumah.

4. Beri mereka kesempatan mengamati terlebih dahulu.

5. Ketahui kapan mendorong dan menahan diri.

6. Datang sedikit lebih awal.

7. Atasi cara menenangkan diri.

8. Perhatikan dan puji usaha.

Hal yang harus dihindari saat anak mengalami kecemasan sosial

Kata dan tindakan berperan penting karena anak akan menangkap respons terhadap kecemasan. 

Anak sensitif terhadap komentar orang lain yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri mereka dan memperkuat rasa takut yang sedang mereka rasakan.

Jika seseorang di tempat umum berkomentar bahwa anak Anda "pemalu," cobalah untuk tidak setuju atau memberi label pada mereka saat itu juga.

Ungkapan yang bermaksud baik seperti "Ya, mereka hanya pemalu" dapat membuat anak merasa didefinisikan oleh kecemasan mereka. Sebagai gantinya, Anda dapat mengalihkan percakapan dengan cara yang lebih mendukung.

Penting juga untuk tidak memaksa anak Anda untuk tetap berada dalam situasi ketika mereka merasa kewalahan.Mendorong mereka untuk "melewatinya saja" dapat memperparah kecemasan mereka. 

Ingatlah bahwa paparan bertahap bermanfaat, tetapi perlu dilakukan dengan kecepatan yang dapat ditoleransi anak Anda agar mereka tetap merasa aman dan didukung.

Hindari mengkritik, mempermalukan, atau menghukum anak Anda atas perilaku cemas seperti menghindari kontak mata. Komentar seperti “Jangan malu” atau “Tidak ada yang perlu ditakutkan”.

Dimana dapat menambah tekanan yang tidak perlu dan membuat mereka semakin sulit mengelola perasaannya.

Pernyataan seperti “Kamu harus berpartisipasi, atau kamu akan mendapat masalah” juga dapat meningkatkan rasa malu dan takut alih-alih membantu mereka merasa lebih percaya diri.

Pada akhirnya, anak-anak merespons jauh lebih baik ketika kita menggunakan bahasa yang tenang, penuh pengertian, dan membantu mereka merasa dihargai.

Kesimpulan.

Tetaplah tenang saat berkomunikasi dengan anak tentang kecemasan sosial. Beritahu mereka bahwa mereka selalu dapat datang kepada Anda untuk mendapatkan dukungan dan bahwa perasaan mereka akan didengarkan.

Membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi situasi dan berlatih bersama juga penting agar mereka merasa lebih percaya diri dan tidak sendirian dalam menghadapinya. 

Semua yang Anda lakukan berarti, bahkan langkah kecil sekalipun dapat memberikan dampak positif seiring waktu.***

How to Help a Child Cope with Social Anxiety
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
Buku 1
Beli Sekarang
Buku 1
Beli Sekarang

Komentar