JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernah bertanya-tanya mengapa ada orang yang mudah percaya pada pasangannya, sementara yang lain justru sering merasa cemas atau menjaga jarak? Perbedaan tersebut bisa dipengaruhi oleh attachment style atau pola keterikatan emosional yang dimiliki seseorang.
Lalu, attachment style adalah apa sebenarnya? Memahami konsep ini dapat membantu seseorang mengenali pola perilaku dalam hubungan, sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat dengan pasangan maupun orang-orang terdekat.
Apa Itu Attachment Style?
Attachment style adalah pola keterikatan emosional yang memengaruhi cara seseorang membangun kedekatan, merespons konflik, serta mempertahankan hubungan dengan orang lain.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikiater John Bowlby melalui teori attachment atau teori keterikatan. Menurut teori tersebut, pengalaman bersama pengasuh utama pada masa kanak-kanak dapat membentuk cara seseorang menjalin hubungan saat dewasa.
Meski demikian, attachment style dalam hubungan tidak sepenuhnya ditentukan oleh masa kecil. Pengalaman hidup, hubungan sebelumnya, hingga proses mengenal diri sendiri juga dapat memengaruhi perubahan pola keterikatan seseorang.
Jenis-Jenis Attachment Style
Secara umum, terdapat empat jenis attachment style yang paling dikenal. Berikut ulasan masing-masing yang perlu kamu ketahui.
1. Secure Attachment
Orang dengan secure attachment umumnya merasa nyaman membangun kedekatan dengan orang lain tanpa kehilangan kemandiriannya.
Mereka mampu mempercayai pasangan, berkomunikasi secara terbuka, serta tidak takut mengungkapkan perasaan. Ketika menghadapi masalah, mereka juga lebih mudah mencari dukungan dari orang-orang terdekat.
Dalam hubungan, tipe ini cenderung memiliki hubungan yang lebih stabil, sehat, dan saling menghargai.
2. Anxious Attachment (Ambivalent Attachment)
Seseorang dengan anxious attachment memiliki keinginan yang besar untuk dekat dengan pasangan, tetapi juga dihantui rasa takut ditinggalkan.
Mereka sering membutuhkan kepastian bahwa dirinya dicintai dan dapat merasa cemas jika pasangan terlambat membalas pesan atau terlihat lebih sibuk dari biasanya.
Akibatnya, hubungan sering diwarnai rasa khawatir, cemburu, atau ketergantungan emosional.
3. Avoidant Attachment
Orang dengan avoidant attachment cenderung menjaga jarak dalam hubungan.
Mereka lebih mengutamakan kemandirian dan sering merasa tidak nyaman ketika hubungan menjadi terlalu dekat secara emosional. Tidak jarang mereka kesulitan mengungkapkan perasaan atau membicarakan masalah dengan pasangan.
Oleh karena itu, hubungan yang dijalani bisa terasa kurang hangat atau sulit berkembang menjadi lebih intim.
4. Disorganized Attachment
Disorganized attachment merupakan kombinasi antara keinginan untuk dekat dengan pasangan sekaligus rasa takut terhadap kedekatan tersebut.
Seseorang dengan tipe ini bisa sangat menginginkan hubungan yang erat, tetapi tiba-tiba menjauh ketika hubungan mulai terasa serius.
Pola ini sering dikaitkan dengan pengalaman traumatis atau pengasuhan yang tidak konsisten pada masa kecil sehingga membuat seseorang sulit mempercayai orang lain.
Bagaimana Attachment Style Memengaruhi Hubungan?
Attachment style dalam hubungan dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, menyelesaikan konflik, hingga mengekspresikan kasih sayang.
Orang dengan secure attachment biasanya lebih mudah membangun hubungan yang sehat karena mampu menyeimbangkan kedekatan dan kemandirian.
Sementara itu, seseorang dengan anxious attachment mungkin lebih sering merasa cemas terhadap hubungan yang dijalani. Sebaliknya, avoidant attachment cenderung menghindari kedekatan emosional sehingga pasangan merasa diabaikan.
Pada disorganized attachment, hubungan sering kali terasa tidak stabil karena seseorang dapat bergantian mencari kedekatan lalu menjauh secara tiba-tiba.
Baca juga: Cara Menghadapi Pasangan yang Sering Silent Treatment
Apakah Attachment Style Bisa Berubah?
Ya. Meski terbentuk sejak dini, attachment style bukanlah sesuatu yang menetap seumur hidup.
Dengan mengenali pola hubungan yang dimiliki, membangun komunikasi yang sehat, memiliki pengalaman hubungan yang positif, serta mendapatkan bantuan dari psikolog bila diperlukan, seseorang dapat mengembangkan pola keterikatan yang lebih aman atau secure attachment.
Langkah pertama untuk berubah adalah meningkatkan kesadaran diri terhadap cara berpikir, bereaksi, dan membangun hubungan dengan orang lain.
Attachment style adalah pola keterikatan emosional yang memengaruhi cara seseorang menjalin hubungan dengan orang lain. Ada empat jenis attachment style, yaitu secure attachment, anxious attachment, avoidant attachment, dan disorganized attachment.
Memahami attachment style dalam hubungan bukan bertujuan memberi label pada diri sendiri, melainkan membantu mengenali pola yang mungkin selama ini memengaruhi hubungan.
Dengan kesadaran diri dan komunikasi yang baik, setiap orang memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih sehat, aman, dan saling mendukung.
4 Attachment Styles in Relationships
Komentar