Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Komunitas / Sosial

Apa Kriteria yang Dicari pada Pasangan? Apakah Usia dan Kondisi Finansial Penting?

Penelitian menunjukkan Preferensi seseorang saat mencari pasangan bisa berubah.
Nabila
×
Nabila
Nabila
Penulis Media Positif
Nabila |
Apa Kriteria yang Dicari pada Pasangan? Apakah Usia dan Kondisi Finansial Penting?
Hubungan romantis terbentuk melalui banyak hal. (Sumber: freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF,

Pernah mendengar istilah dating market atau "pasar percintaan"? Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana seseorang menilai dirinya sendiri dan orang lain saat mencari pasangan. 

Banyak orang beranggapan bahwa usia muda, penghasilan tinggi, atau pendidikan yang baik akan membuat seseorang lebih mudah mendapatkan pasangan ideal. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan penghasilan ternyata hanya memiliki pengaruh kecil sebagai kriteria seseorang saat memilih pasangan. 

Yang justru lebih berpengaruh adalah bagaimana seseorang memandang nilai dirinya sendiri di dunia percintaan.

Saat Menilai Pasangan, Kita Juga Menilai Diri Sendiri

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang tanpa sadar membandingkan diri mereka dengan orang lain. Ketika merasa menarik, sukses, atau memiliki banyak kelebihan, seseorang cenderung merasa layak mendapatkan pasangan dengan kualitas yang tinggi pula.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 2.200 orang dewasa di Republik Ceko ini mencoba melihat hubungan antara karakteristik pribadi dengan preferensi pasangan. 

Para peserta diminta menilai sifat-sifat yang mereka inginkan dalam pasangan, seperti kehangatan, kecerdasan, daya tarik fisik, hingga status sosial. 

Mereka juga diminta menyebutkan sifat yang ingin dihindari, seperti sikap kasar, arogan, atau tidak bertanggung jawab.

Hasilnya cukup menarik. Orang yang merasa dirinya lebih menarik sebagai pasangan memang cenderung memiliki standar yang lebih tinggi. Namun pengaruhnya ternyata tidak terlalu besar. 

Bahkan ketika faktor usia, pendidikan, penghasilan, dan pengalaman hubungan digabungkan, semuanya hanya menjelaskan sebagian kecil dari perbedaan preferensi pasangan yang dimiliki setiap orang.

Dengan kata lain, pikiran manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar angka gaji atau usia.

Penghasilan Tinggi Tidak Otomatis Membuat Standar Meningkat Drastis

Selama ini ada anggapan bahwa orang berpenghasilan tinggi akan lebih pemilih dalam mencari pasangan. Sebagian memang benar, tetapi efeknya ternyata tidak sebesar yang dibayangkan.

Penelitian menemukan bahwa perempuan dengan pendidikan dan penghasilan lebih tinggi cenderung memiliki harapan lebih besar terhadap kecerdasan dan stabilitas emosional pasangan. 

Namun hubungan tersebut tetap tergolong lemah. Penghasilan yang besar tidak serta-merta membuat seseorang memiliki daftar kriteria pasangan yang sangat panjang.

Hal ini menguatkan bahwa urusan cinta tidak selalu berjalan sesuai logika ekonomi. Seseorang yang sukses secara finansial belum tentu mencari pasangan dengan standar yang jauh lebih tinggi dibanding orang lain.

Banyak faktor lain yang berperan, mulai dari pengalaman hidup, nilai-nilai pribadi, hingga kecocokan emosional yang sulit diukur dengan angka.

Usia Bukan Faktor Penentu Utama

Usia juga sering dianggap sebagai faktor penting dalam mencari pasangan. Ada yang merasa semakin bertambah usia maka standar akan semakin tinggi, sementara yang lain menganggap standar justru menjadi lebih realistis.

Namun penelitian ini menemukan bahwa usia hanya memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap preferensi pasangan. Perubahan standar yang terjadi seiring bertambahnya usia ternyata tidak terlalu signifikan.

Menariknya lagi, penelitian lain menunjukkan bahwa dalam situasi kencan langsung, baik pria maupun perempuan ternyata sama-sama menunjukkan ketertarikan yang sedikit lebih besar kepada pasangan yang lebih muda. 

Temuan ini berbeda dari anggapan umum bahwa perempuan selalu lebih menyukai pria yang lebih tua.

Hal ini memperlihatkan bahwa apa yang dikatakan seseorang tentang pasangan ideal belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya mereka rasakan ketika bertemu orang secara langsung.

Tidak Ada Rumus Pasti dalam Percintaan

Salah satu kesimpulan paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa preferensi pasangan sangat sulit diprediksi menggunakan faktor-faktor objektif seperti usia, pendidikan, atau penghasilan. 

Para peneliti menyebut bahwa sebagian besar variasi dalam standar memilih pasangan masih belum dapat dijelaskan oleh faktor-faktor tersebut.

Artinya, tidak memiliki penghasilan fantastis, pendidikan tinggi, atau usia yang dianggap ideal bukan berarti seseorang akan kesulitan menemukan pasangan yang cocok.

Hubungan romantis terbentuk melalui banyak hal yang tidak selalu terlihat di atas kertas. Kepribadian, rasa nyaman, pengalaman bersama, nilai hidup, hingga chemistry sering kali memiliki peran yang jauh lebih besar dibanding status sosial atau kondisi ekonomi.

Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa dunia percintaan tidak bisa disederhanakan menjadi persaingan angka dan pencapaian. 

Setiap individu memiliki alasan yang berbeda dalam memilih pasangan, dan sering kali hati bekerja dengan cara yang jauh lebih rumit daripada yang bisa dijelaskan oleh data statistik.

psypost.org
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!