Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kompetensi / Pengembangan Diri

7 Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Bantu Pikiran Terarah

Kerangka kerja membantu agar pengambilan keputusan tidak bias dan selaras dengan tujuan strategis
Rike
AM
×
Rike
Rike
Penulis Media Positif
AM
Amanda Athuraliya
Full Credit
Rike , Amanda Athuraliya |
7 Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Bantu Pikiran Terarah
7 kerangka kerja bantu pengambilan keputusan lebih terarah (Sumber: Freepik/@Freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF,

  • Kerangka kerja pengambilan keputusan membantu menyusun proses berpikir agar lebih terarah.

  • Berbagai metode seperti CSD dan OODA membantu memilih pendekatan yang sesuai dengan situasi dan kompleksitas keputusan.

  • Dengan memahami konteks keputusan, kamu bisa memilih kerangka yang tepat sehingga hasilnya lebih jelas.

Dalam banyak situasi, kita butuh cara yang lebih terarah untuk mengambil keputusan agar tidak bingung atau terburu-buru.

Setiap kerangka membantu Anda menghadapi situasi yang berbeda, apalagi saat keputusan terasa rumit atau melibatkan banyak orang.

Kerangka kerja pengambilan keputusan membantu menyusun proses berpikir agar lebih terarah, mulai dari mengidentifikasi prioritas, mengumpulkan informasi, hingga menilai pilihan beserta risiko dan manfaatnya. 

Kerangka kerja pengambilan keputusan 

Ada berbagai kerangka kerja yang bisa kamu pilih sesuai situasi, supaya keputusan terasa lebih ringan dan jelas.

Setiap kerangka membantu Anda berpikir lebih terstruktur dan memilih keputusan yang paling sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

  • Matriks CSD:Setiap faktor diidentifikasi dan dinilai untuk memahami kemungkinan dampak dari berbagai hasil keputusan. Dengan cara ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih terarah, informatif.

  • Kerangka kerja cynefin: Prosesnya mengelompokkan keputusan ke dalam lima domain, yaitu sederhana, rumit, kompleks, kacau, dan tidak teratur. Dengan memahami setiap kategori, kamu bisa menyesuaikan pendekatan yang tepat.

  • Matriks keputusan:Alat ini digunakan untuk mengevaluasi dan memprioritaskan opsi berdasarkan berbagai kriteria. Dengan pendekatan terstruktur, alat ini membantu sederhanakan keputusan yang kompleks.

  • Pohon keputusan: Model grafis ini memetakan keputusan serta konsekuensinya dalam struktur pohon. Pohon keputusan membantu memvisualisasikan dan menganalisis proses pengambilan keputusan.

  • Multi Voe, Multi Veto: Pendekatan ini membantu menciptakan pengambilan keputusan yang lebih demokratis sekaligus memastikan berbagai perspektif dan pendapat ikut dipertimbangkan sebelum keputusan akhir ditetapkan.

  • Siklus OODA: Siklus ini menekankan pentingnya beradaptasi secara cepat terhadap perubahan keadaan agar keputusan yang diambil tetap relevan, tepat, dan efektif di berbagai kondisi.

  • SPADE: Metode terstruktur ini dirancang untuk membantu mengambil keputusan secara lebih efektif dan sistematis. Pendekatan ini berfokus pada penanganan elemen penting dalam proses pengambilan keputusan.

Cara memilih kerangka kerja pengambilan keputusan yang tepat

Sebelum menentukan pendekatan yang digunakan, penting untuk memahami terlebih dahulu kondisi dan situasi yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan tersebut:

1. Pertimbangkan kecepatan pengambilan keputusan: kerangka kerja ringan dapat membantu memprioritaskan pilihan atau memperjelas arah yang paling tepat.

Sementara itu, untuk keputusan yang berdampak besar atau bersifat jangka panjang, kerangka kerja yang lebih terstruktur dan mendorong analisis serta diskusi mendalam biasanya akan lebih efektif digunakan.

2. Menilai tingkat ketidakpastian: kerangka kerja analitis membandingkan pilihan dengan menggunakan kriteria yang ditentukan sehingga menghasilkan hasil yang lebih meyakinkan. 

Ketika ketidakpastian tinggi atau informasi tidak lengkap, kerangka kerja dirancang untuk eksplorasi, eksperimen,dan pemahaman dalam bantu tim adaptasi dan berjalan seiring waktu.

3. Evaluasi kemungkinan perbaikan & risiko: Keputusan dengan risiko rendah dan masih dapat dibatalkan biasanya dapat diambil lebih cepat menggunakan kerangka kerja yang sederhana. 

Sebaliknya, keputusan berisiko tinggi atau bersifat satu arah memerlukan pendekatan lebih mendalam untuk mengungkap asumsi, menguji berbagai skenario, serta mengurangi bias sebelum keputusan akhir ditetapkan.

4. Pertimbangkan pemangku kepentingan dan ukuran tim: Keputusan yang melibatkan tim atau lintas fungsi membutuhkan kerangka kerja yang mampu menciptakan keselarasan, pemahaman bersama, dan kolaborasi.

Pendekatan ini penting untuk membantu mengurangi kebingungan, mencegah pemikiran kelompok, serta memastikan setiap sudut pandang dapat dipertimbangkan dengan lebih seimbang.

5. Mencocokan kerangka kerja dengan jenis keputusan:Keputusan operasional akan lebih efektif jika didukung oleh kejelasan, efisiensi, serta kriteria yang terukur. 

Sementara itu, keputusan yang lebih strategis atau berdampak luas perlu mempertimbangkan nilai, estetika, dan dampak terhadap manusia agar hasilnya tidak hanya efisien, tetapi juga lebih bermakna dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Dengan menggunakan kerangka kerja pengambilan keputusan dalam proses sehari-hari, peluang untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik akan meningkat. 

Dengan bantuan kerangka ini, kamu bisa merasa lebih tenang dan yakin saat harus mengambil keputusan, tanpa harus menebak-nebak terus.****

Decision Making Frameworks for Decisions That Drive Results
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!