JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Ada kalanya kamu tahu apa yang harus dilakukan, tetapi rasanya sulit sekali untuk mulai. Pekerjaan masih menunggu, rumah perlu dibereskan, olahraga sudah lama tertunda, atau ada tugas yang terus kamu geser ke besok. Bukan karena kamu tidak tahu pentingnya hal tersebut, tetapi kamu memang sedang tidak ingin melakukannya.
Menunda sesekali adalah hal yang wajar. Namun, jika terus menunggu sampai muncul rasa ingin atau motivasi, pekerjaan bisa semakin menumpuk. Kabar baiknya, kamu tidak selalu harus menunggu mood yang tepat untuk mulai bergerak.
Cara Membuat Diri Mau Melakukan Sesuatu yang Sebenarnya Tidak Ingin Dilakukan
Menurut psikolog Heidi Grant Halvorson, ada beberapa strategi yang bisa membantu ketika kamu cenderung menunda sesuatu yang sebenarnya perlu dilakukan. Strateginya pun bisa disesuaikan dengan alasan di balik kebiasaan menunda tersebut.
1. Ingat Konsekuensi Jika Terus Menunda
Tidak semua orang menunda karena malas. Terkadang, kamu justru menghindari sesuatu karena takut hasilnya tidak sesuai harapan.
Misalnya, kamu menunda mengerjakan presentasi karena khawatir hasilnya kurang bagus. Semakin memikirkannya, kamu semakin cemas, lalu memilih melakukan hal lain yang terasa lebih mudah.
Dalam kondisi seperti ini, kamu bisa mengubah cara melihat tugas tersebut. Alih-alih hanya memikirkan hasil positif yang ingin dicapai, pikirkan juga apa yang mungkin terjadi jika kamu tidak mengerjakannya.
Contohnya, daripada hanya berpikir, "Aku harus menyelesaikan laporan ini supaya hasil kerjaku bagus," kamu bisa mengingatkan diri sendiri, "Kalau terus ditunda, laporan ini bisa semakin dekat dengan tenggat dan membuatku lebih stres."
Pendekatan ini disebut prevention focus, yaitu melihat tindakan sebagai cara untuk mencegah kerugian atau masalah. Bagi orang yang sedang diliputi keraguan, sudut pandang seperti ini dapat membantu mendorong tindakan.
2. Jangan Menunggu Sampai Kamu Merasa Ingin
Pernah berkata, "Nanti saja kalau sudah semangat"?
Masalahnya, perasaan ingin melakukan sesuatu tidak selalu muncul tepat ketika kamu membutuhkannya. Kamu bisa saja tahu bahwa olahraga penting, tetapi tetap tidak ingin berolahraga hari ini. Kamu tahu pekerjaan harus diselesaikan, tetapi rasanya lebih menyenangkan membuka media sosial.
Karena itu, jangan menjadikan perasaan sebagai satu-satunya penentu apakah kamu akan bertindak.
Kamu tidak harus merasa bersemangat untuk mulai. Kamu juga tidak harus merasa benar-benar siap. Terkadang, langkah pertama memang dilakukan ketika kamu sedang tidak ingin melakukannya.
Banyak orang yang produktif mengandalkan rutinitas untuk membantu mereka bekerja, bukan hanya mengandalkan inspirasi atau motivasi. Dengan rutinitas, keputusan untuk mulai tidak perlu dibuat berulang kali.
Jadi, daripada berkata, "Aku akan mulai kalau sudah mood," coba ubah menjadi, "Aku tidak perlu mood untuk mulai."
3. Gunakan Rencana "Kalau-Maka"
Untuk pekerjaan yang terasa sulit, membosankan, atau tidak menyenangkan, mengandalkan kemauan saja mungkin tidak cukup. Kamu bisa membuat rencana if-then atau "kalau-maka".
Caranya sederhana: tentukan terlebih dahulu kapan, di mana, dan apa yang akan kamu lakukan. Misalnya:
- Kalau jam menunjukkan pukul 9 pagi, maka aku akan mulai mengerjakan laporan selama 30 menit.
- Kalau anak sudah tidur siang, maka aku akan membereskan meja kerja.
- Kalau selesai makan malam, maka aku akan mencuci piring sebelum melakukan aktivitas lain.
Dengan membuat keputusan sebelum waktunya tiba, kamu tidak perlu terus berdebat dengan diri sendiri.
Tanpa rencana, kamu mungkin akan berpikir, "Harus mulai sekarang atau nanti saja?" atau "Mungkin lima menit lagi." Akhirnya, lima menit berubah menjadi setengah jam.
Sebaliknya, rencana yang spesifik membuat tindakan terasa lebih otomatis. Menurut artikel tersebut, penelitian mengenai if-then planning menunjukkan bahwa strategi ini dapat membantu pencapaian tujuan dan produktivitas.
>> Baca juga: Tidak Ada Motivasi? Ini Cara Mengembalikan Semangat untuk Beraktivitas
Tidak Harus Selalu Menunggu Motivasi
Sulit memulai sesuatu bukan berarti kamu tidak disiplin atau tidak punya motivasi. Bisa jadi kamu sedang takut gagal, tidak merasa ingin melakukannya, atau menganggap tugas tersebut terlalu berat.
Karena itu, cara mengatasinya juga tidak selalu sama. Saat takut gagal, coba pikirkan konsekuensi jika terus menunda. Saat tidak mood, ingat bahwa perasaan tidak harus mendahului tindakan. Sementara untuk tugas yang terasa berat atau membosankan, buat rencana yang jelas dengan pola "kalau-maka".
Pada akhirnya, kamu tidak harus selalu merasa siap untuk mulai. Kadang, motivasi justru muncul setelah kamu mengambil langkah pertama.
How to Make Yourself Do It When You Just Don't Want To

Komentar