JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Membangun kebiasaan baik bukan sekadar soal niat. Kamu mungkin sudah berulang kali berjanji ingin lebih rajin menabung, mengurangi pengeluaran, atau mulai mencatat keuangan, tetapi kebiasaan tersebut sering berhenti setelah beberapa minggu.
Padahal, perubahan besar biasanya tidak berasal dari satu keputusan besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika suatu perilaku sudah menjadi kebiasaan, kamu tidak perlu terus-menerus mengandalkan motivasi untuk melakukannya.
Hal ini juga berlaku dalam mengelola keuangan. Kebiasaan seperti menyisihkan uang, mengontrol pengeluaran, dan menyiapkan dana untuk tujuan tertentu akan terasa lebih mudah jika dilakukan secara rutin. Lantas, bagaimana cara membangun kebiasaan baik agar bisa bertahan lama?
Cara Membangun Kebiasaan Baik
Ada beberapa cara membangun kebiasaan baik dari hal-hal sederhana, seperti:
1. Mulai Dari Perubahan Kecil
Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika ingin membangun kebiasaan baru adalah menetapkan target yang terlalu besar sejak awal. Kamu mungkin ingin langsung menabung dalam jumlah besar, berhenti membeli sesuatu yang disukai, atau mengubah seluruh pola pengeluaran sekaligus.
Masalahnya, perubahan yang terlalu drastis dapat membuat kamu kewalahan. Ketika target tidak tercapai, kamu bisa merasa gagal dan akhirnya berhenti sama sekali.
Cobalah membuat perubahan secara bertahap. Misalnya, jika ingin mulai menabung, kamu bisa menetapkan jumlah yang realistis terlebih dahulu. Setelah terbiasa, jumlahnya dapat ditingkatkan secara perlahan.
Perubahan kecil mungkin terlihat sederhana, tetapi justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
2. Fokus pada Kebiasaan yang Benar-Benar Penting
Tidak semua kebiasaan harus diubah sekaligus. Terlalu banyak target dalam waktu yang sama justru bisa membuat perhatianmu terbagi.
Pilih satu atau dua kebiasaan yang paling berpengaruh terhadap kehidupanmu. Jika tujuanmu memperbaiki kondisi keuangan, misalnya, kamu bisa memulainya dengan membiasakan diri mengecek pengeluaran setiap hari atau menyisihkan uang segera setelah menerima penghasilan.
Setelah kebiasaan tersebut mulai terasa otomatis, barulah kamu bisa menambahkan kebiasaan lainnya. Dengan begitu, kamu tidak perlu memaksa diri melakukan terlalu banyak perubahan dalam waktu bersamaan.
3. Lakukan Secara Konsisten
Konsistensi merupakan bagian penting dalam membentuk kebiasaan. Pada awalnya, suatu aktivitas mungkin terasa membutuhkan banyak usaha. Namun, semakin sering dilakukan, semakin besar kemungkinan aktivitas tersebut menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Misalnya, kamu membiasakan diri menyisihkan uang setiap kali menerima gaji. Awalnya, kamu mungkin harus mengingatkan diri sendiri agar tidak menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lain. Lama-kelamaan, menyisihkan uang dapat terasa seperti bagian normal dari rutinitas setelah menerima penghasilan.
Menurut sumber yang dirujuk Money Guy, penelitian menunjukkan bahwa perilaku baru membutuhkan waktu sedikit lebih dari dua bulan untuk menjadi kebiasaan otomatis. Artinya, jangan buru-buru menganggap kebiasaanmu gagal hanya karena belum terasa alami dalam beberapa minggu pertama.
4. Buat Dirimu Bertanggung Jawab
Menjaga konsistensi akan lebih mudah jika kamu memiliki cara untuk mempertanggungjawabkan kebiasaan yang sedang dibangun.
Kamu bisa mencatat perkembangan di kalender, menggunakan aplikasi pencatat kebiasaan, atau meminta orang terdekat untuk ikut mengingatkan. Menceritakan tujuanmu kepada keluarga atau teman juga dapat membuatmu merasa memiliki tanggung jawab untuk menjalankannya.
Misalnya, jika kamu ingin membangun kebiasaan menabung, beri tahu pasangan atau teman mengenai target tersebut. Kamu kemudian bisa melakukan evaluasi bersama secara berkala untuk melihat apakah target tersebut sudah berjalan.
5. Berikan Penghargaan untuk Dirimu
Membangun kebiasaan tidak berarti kamu harus selalu mengekang diri. Sesekali, kamu tetap membutuhkan penghargaan agar prosesnya tidak terasa seperti hukuman.
Setelah berhasil mempertahankan kebiasaan dalam periode tertentu, kamu bisa memberikan hadiah kecil untuk diri sendiri. Tentunya, pilih bentuk penghargaan yang tidak justru mengganggu tujuan awal.
Misalnya, jika kamu sedang berusaha mengurangi pengeluaran, kamu tidak harus merayakan keberhasilan dengan belanja besar. Kamu bisa memilih aktivitas sederhana yang menyenangkan dan tetap sesuai dengan kondisi keuangan.
Money Guy juga menekankan bahwa ketika kebiasaan sudah semakin kuat, sesekali mengambil jeda tidak selalu berarti kamu kembali ke titik awal.
>> Baca juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Mental
Tidak Perlu Menunggu Waktu yang Tepat
Kamu tidak harus menunggu awal bulan, tahun baru, atau momen tertentu untuk mulai membangun kebiasaan baik. Jika ada perubahan yang ingin dilakukan, kamu bisa memulainya hari ini.
Menunda sampai waktu yang dianggap lebih tepat justru bisa membuat perubahan semakin jauh. Sebaliknya, memulai dari langkah kecil hari ini dapat membantumu membangun momentum.
Jadi, jika kamu ingin memperbaiki kebiasaan keuangan, tidak perlu langsung membuat perubahan besar. Pilih satu kebiasaan yang paling penting, buat target yang realistis, lalu lakukan secara konsisten.
Pada akhirnya, kebiasaan baik bukan tentang seberapa besar perubahan yang bisa kamu lakukan dalam satu hari, melainkan seberapa konsisten kamu mempertahankannya dari waktu ke waktu.
How to Build Good Habits and Stick to Them

Komentar