Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Nutrisi

5 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Pelajari manfaat lithium orotate dosis rendah untuk tidur lelap.
Nabila Feb
JA
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
JA
james m greenblatt
Full Credit
Nabila Feb , james m greenblatt |
5 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kualitas Tidur
Investasi utama untuk menjaga ritme biologis dan kesehatan otak jangka panjang. (Sumber: freepik)
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Tidur malam yang nyenyak bukan sekadar waktu untuk melepas lelah setelah menjalani rutinitas harian. Tidur berkualitas merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan, sama halnya dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga hubungan sosial yang baik.

Sayangnya, tidak semua orang bisa mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Ada yang kesulitan memejamkan mata, sering terbangun di tengah malam, atau justru tetap merasa lelah meskipun sudah tidur selama beberapa jam.

Jika berlangsung terus-menerus, gangguan tidur dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Kurang tidur bisa mengganggu konsentrasi, daya ingat, suasana hati, dan kemampuan tubuh mengatur berbagai proses penting, termasuk metabolisme serta sistem kekebalan tubuh.

Kondisi ini juga berkaitan dengan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun selama 24 jam. Ketika ritme tersebut terganggu, tubuh bisa kesulitan mengenali kapan waktunya beraktivitas dan kapan harus beristirahat.

Mengenal Lithium Orotate dan Kaitannya dengan Kualitas Tidur

Belakangan ini, lithium orotate mulai banyak dibicarakan sebagai salah satu suplemen yang diklaim memiliki manfaat bagi kesehatan otak dan keseimbangan suasana hati.

Lithium sendiri merupakan mineral yang juga digunakan dalam dunia medis. Namun, ada perbedaan antara lithium dalam bentuk obat resep, seperti lithium karbonat, dan lithium orotate yang dipasarkan sebagai suplemen.

Lithium karbonat digunakan dalam penanganan kondisi medis tertentu, termasuk gangguan bipolar, dengan dosis dan pemantauan medis yang terukur. Sementara itu, lithium orotate umumnya dipasarkan sebagai suplemen dengan kandungan lithium dalam jumlah lebih rendah.

Beberapa mekanisme biologis lithium memang sedang dipelajari dalam kaitannya dengan fungsi otak dan sistem saraf. Namun, manfaat lithium orotate untuk meningkatkan kualitas tidur manusia belum didukung bukti klinis yang cukup kuat.

Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum mengaitkan lithium dengan proses tidur:

1. Hubungan dengan Melatonin

Melatonin merupakan hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun. Produksinya dipengaruhi oleh kondisi cahaya dan ritme sirkadian tubuh.

Meskipun terdapat penelitian mengenai hubungan lithium dengan sistem neurotransmiter di otak, belum ada bukti klinis yang cukup untuk menyimpulkan bahwa lithium orotate dapat meningkatkan produksi melatonin dan memperbaiki kualitas tidur.

2. Hubungan dengan Respons Stres

Stres dan kecemasan dapat membuat seseorang lebih sulit beristirahat. Salah satu faktor yang terlibat adalah kortisol, hormon yang membantu tubuh merespons tekanan.

Kadar kortisol secara alami berubah sepanjang hari dan umumnya lebih rendah pada malam hari. Namun, belum ada bukti yang memadai bahwa konsumsi lithium orotate dosis rendah dapat menurunkan kortisol dan mengatasi gangguan tidur.

3. Hubungan dengan Tidur Dalam

Tidur dalam atau slow-wave sleep merupakan salah satu fase penting dalam siklus tidur. Pada fase ini, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan, sementara otak turut memproses dan memperkuat informasi yang telah dipelajari.

Beberapa penelitian mengenai lithium dan aktivitas otak menunjukkan adanya kemungkinan pengaruh terhadap pola tidur. Namun, temuan tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa lithium orotate dapat memperpanjang durasi tidur dalam.

4. Hubungan dengan GABA

GABA merupakan neurotransmiter yang berperan mengurangi aktivitas saraf tertentu sehingga membantu menjaga keseimbangan sistem saraf.

Sistem GABA turut berperan dalam proses tidur dan relaksasi. Meski demikian, belum ada bukti klinis yang kuat bahwa lithium orotate secara langsung meningkatkan aktivitas GABA sehingga seseorang bisa tidur lebih nyenyak.

5. Peran Serotonin dan Dopamin

Serotonin dan dopamin merupakan neurotransmiter yang terlibat dalam pengaturan suasana hati, motivasi, dan berbagai fungsi otak.

Keduanya juga memiliki hubungan dengan proses tidur dan bangun. Namun, hubungan antara lithium orotate dan keseimbangan kedua neurotransmiter tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, khususnya pada manusia.

6. Potensi Hubungan dengan Peradangan

Peradangan merupakan bagian dari respons alami sistem kekebalan tubuh. Dalam beberapa kondisi, peradangan kronis dapat berkaitan dengan gangguan tidur.

Lithium telah diteliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap sejumlah jalur biologis yang berhubungan dengan peradangan. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa lithium orotate dapat mengatasi gangguan tidur melalui mekanisme tersebut.

Perlu diingat, lithium bukan suplemen yang bisa dikonsumsi sembarangan. Penggunaan lithium dapat menimbulkan efek samping dan berisiko memengaruhi fungsi ginjal serta kelenjar tiroid. Interaksi dengan obat lain juga perlu diperhatikan. Karena itu, jangan menggunakan lithium orotate untuk mengatasi masalah tidur tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.

Kebiasaan Sederhana untuk Mendapatkan Tidur Berkualitas

Daripada langsung mengandalkan suplemen, ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu mulai untuk membantu memperbaiki kualitas tidur.

1. Tetapkan Jadwal Tidur yang Konsisten

Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Kebiasaan ini membantu tubuh mempertahankan ritme sirkadian yang lebih teratur.

2. Dapatkan Paparan Cahaya Matahari Pagi

Luangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari. Paparan cahaya alami membantu tubuh mengenali waktu untuk mulai beraktivitas dan mendukung pengaturan jam biologis.

3. Kelola Stres Sebelum Tidur

Jika pikiran masih dipenuhi pekerjaan atau kekhawatiran, cobalah melakukan latihan pernapasan, meditasi ringan, atau membaca buku. Berikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beralih dari aktivitas menuju istirahat.

4. Kurangi Penggunaan Gawai pada Malam Hari

Cahaya dari layar dan aktivitas yang terlalu merangsang pikiran dapat membuat sebagian orang lebih sulit merasa mengantuk. Cobalah mengurangi penggunaan ponsel menjelang waktu tidur.

5. Perhatikan Asupan Nutrisi

Konsumsi makanan bergizi seimbang dan pastikan kebutuhan mineral, termasuk magnesium, terpenuhi melalui pola makan sehari-hari. Kamu bisa mendapatkannya dari kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, dan beberapa jenis ikan.

Tidur berkualitas merupakan bagian penting dari investasi kesehatan jangka panjang. Kamu tidak selalu membutuhkan cara yang rumit untuk mulai memperbaikinya.

Dengan menjaga jadwal tidur, mengelola stres, memperhatikan asupan nutrisi, dan menciptakan lingkungan istirahat yang nyaman, kamu bisa membangun kebiasaan yang lebih mendukung kesehatan tubuh dan pikiran.

Jika gangguan tidur terus berlangsung atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.

psychologytoday.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!