Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Keuangan / Penghasilan

10 Cara Menghemat Belanja Dapur Tanpa Mengurangi Gizi Keluarga

Cara agar dapur tetap ngebul tanpa bikin anggaran rumah tangga jebol.
Nabila Feb
JE
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
JE
jennifer husson
Full Credit
Nabila Feb , jennifer husson |
10 Cara Menghemat Belanja Dapur Tanpa Mengurangi Gizi Keluarga
Cerdas dalam mengelola strategi saat berbelanja. (Sumber: freepik)
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Kenaikan harga bahan pokok bisa membuat pengeluaran rumah tangga semakin besar. Bahan makanan sehari-hari, seperti telur, daging, dan susu, dapat menyerap cukup banyak anggaran belanja, terutama ketika harganya sedang naik.

Kalau tidak direncanakan dengan baik, pengeluaran untuk kebutuhan dapur pun bisa membengkak dan mengganggu anggaran bulanan.

Meski begitu, kamu tetap bisa menyajikan makanan yang lezat dan bergizi tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak uang. Dengan sedikit penyesuaian dalam kebiasaan belanja dan pengolahan bahan makanan, pengeluaran dapur bisa lebih terkendali tanpa mengabaikan kebutuhan gizi keluarga.

10 Cara Menghemat Anggaran Belanja Dapur

Agar pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari tetap terjaga, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu terapkan saat merencanakan menu dan berbelanja bahan makanan.

1. Susun Rencana Menu untuk Beberapa Hari

Merencanakan menu makan sebelum berbelanja bisa membantumu membeli bahan sesuai kebutuhan. Selain mengurangi pembelian impulsif, cara ini juga membuatmu lebih mudah memanfaatkan bahan yang sudah tersedia dan mencegah makanan terbuang karena terlalu lama disimpan.

2. Pertimbangkan Buah dan Sayuran Beku atau Kalengan

Buah dan sayuran beku bisa menjadi alternatif yang praktis karena umumnya diproses tidak lama setelah dipanen sehingga kandungan gizinya tetap terjaga. Beberapa produk kalengan juga bisa menjadi pilihan, tetapi perhatikan kandungan garam, gula, dan bahan tambahan pada labelnya.

Bandingkan harga berdasarkan jumlah yang bisa dikonsumsi agar kamu bisa menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

3. Manfaatkan Promo dengan Bijak

Sebelum berbelanja, cek promo dari supermarket, pasar swalayan, atau toko daring yang biasa kamu gunakan. Kamu bisa menyesuaikan menu dengan bahan yang sedang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau.

Namun, pastikan barang yang dibeli memang dibutuhkan. Diskon tidak selalu membuat belanja lebih hemat jika kamu akhirnya membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan.

4. Bandingkan Harga per Satuan

Jangan hanya melihat harga total pada kemasan. Periksa juga harga per kilogram, gram, atau liter untuk mengetahui pilihan yang lebih ekonomis.

Kemasan besar memang terkadang menawarkan harga per satuan yang lebih rendah. Namun, pastikan jumlahnya bisa digunakan sebelum kedaluwarsa agar tidak ada bahan makanan yang terbuang.

5. Variasikan Sumber Protein

Daging dan beberapa jenis ikan bisa menjadi bagian yang cukup besar dari anggaran belanja. Untuk membuat pengeluaran lebih terkendali, kamu bisa memvariasikan sumber protein dengan telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Selain relatif terjangkau, bahan-bahan tersebut juga bisa diolah menjadi beragam menu. Dengan variasi yang tepat, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus menyajikan sumber protein yang sama setiap hari.

6. Perhatikan Label dan Tanggal pada Kemasan

Sebelum membeli atau mengonsumsi makanan, periksa tanggal pada kemasan dan petunjuk penyimpanannya. Istilah seperti best before dan use by dapat memiliki arti berbeda, tergantung jenis produk dan aturan yang berlaku.

Jangan langsung menganggap makanan tetap aman hanya karena baru melewati tanggal yang tercantum. Perhatikan jenis produknya, kondisi kemasan, cara penyimpanan, serta petunjuk keamanan pangan. Untuk bahan yang mudah rusak, seperti daging dan produk susu tertentu, penanganan dan penyimpanan yang tepat sangat penting.

7. Manfaatkan Bahan Makanan yang Sudah Ada

Sebelum pergi ke pasar atau supermarket, periksa kembali isi kulkas, freezer, dan lemari penyimpanan. Catat bahan yang perlu segera digunakan, lalu jadikan bahan tersebut sebagai dasar untuk menyusun menu berikutnya.

Misalnya, sisa sayuran bisa diolah menjadi sup atau tumisan, sedangkan tahu dan telur dapat menjadi tambahan lauk. Cara sederhana ini membantu mengurangi pembelian bahan yang sebenarnya masih tersedia di rumah.

8. Beli dalam Jumlah Besar untuk Bahan yang Tepat

Membeli bahan makanan dalam jumlah besar bisa menghemat pengeluaran jika harga per satuannya lebih rendah. Cara ini cocok untuk bahan yang tahan lama, seperti beras, kacang-kacangan kering, atau beberapa jenis bumbu.

Meski begitu, pertimbangkan kapasitas penyimpanan dan seberapa cepat bahan tersebut akan digunakan. Jangan sampai pembelian dalam jumlah besar justru membuat bahan rusak atau terbuang.

9. Bandingkan Harga di Beberapa Tempat

Harga bahan makanan bisa berbeda antara pasar tradisional, supermarket, dan toko di sekitar rumah. Jika memungkinkan, bandingkan harga beberapa bahan utama sebelum menentukan tempat berbelanja.

Namun, jangan lupa memperhitungkan biaya transportasi dan waktu yang dibutuhkan. Tempat dengan harga sedikit lebih tinggi belum tentu membuat pengeluaran keseluruhan lebih besar jika lokasinya lebih dekat dan mudah dijangkau.

10. Olah Bahan Makanan Sendiri Jika Memungkinkan

Bahan yang sudah dipotong, bumbu siap pakai, atau saus kemasan memang praktis, tetapi terkadang harganya lebih tinggi dibandingkan bahan yang belum diolah.

Jika punya waktu, kamu bisa membeli bahan utuh dan mengolahnya sendiri. Misalnya, membuat bumbu dasar untuk beberapa kali memasak atau memotong sayuran sekaligus untuk persediaan beberapa hari.

Namun, makanan siap pakai tetap bisa menjadi pilihan ketika waktu dan tenaga terbatas. Sesuaikan saja dengan kebutuhan, anggaran, dan waktu yang kamu miliki.

Belanja Hemat Tanpa Mengabaikan Gizi

Menghemat anggaran dapur bukan berarti kamu harus mengorbankan kualitas makanan atau kebutuhan gizi keluarga. Justru, perencanaan yang baik bisa membantumu menggunakan uang dan bahan makanan dengan lebih bijak.

Mulailah dari kebiasaan sederhana, seperti menyusun menu, memeriksa persediaan di rumah, membandingkan harga, dan membeli bahan sesuai kebutuhan. Kamu juga bisa mengevaluasi pengeluaran belanja setiap minggu untuk melihat bagian mana yang masih bisa dihemat.

Dengan langkah-langkah tersebut, pengeluaran dapur bisa lebih teratur dan makanan yang disajikan tetap bervariasi. Kamu pun bisa menjaga anggaran rumah tangga tanpa harus mengurangi perhatian terhadap kebutuhan gizi sehari-hari.

healthline.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!