Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kompetensi / Karir

Memahami Alasan di Balik Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Ketidakmampuan menyelesaikan tugas dipicu oleh psikologis yang belum terselesaikan.
Nabila Feb
RO
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
RO
robert taibbi
Full Credit
Nabila Feb , robert taibbi |
Memahami Alasan di Balik Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Berhenti menyalahkan diri sendiri. (Sumber: freepik)
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Kita semua pernah mengalami hari-hari ketika energi dan motivasi menurun. Rasa lelah, lesu, atau suasana hati yang kurang baik bisa membuat kita sulit memulai pekerjaan, bahkan untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana.

Ketika kebiasaan menunda terjadi berulang kali, seperti menunda pembayaran tagihan, menyelesaikan laporan kerja, atau merapikan ruang kerja, penyebabnya belum tentu sekadar rasa malas.

Ada kalanya, kebiasaan menunda berkaitan dengan faktor emosional dan psikologis yang membuat seseorang kesulitan memulai atau menyelesaikan pekerjaan. Karena itu, memahami apa yang membuat kita terus menunda bisa menjadi langkah awal untuk menemukan cara mengatasinya.

Pemicu Psikologis dan Cara Mengatasinya

1. Merasa Tidak Memiliki Tanggung Jawab atas Tugas Tersebut

Kita cenderung lebih sulit memulai pekerjaan ketika merasa tugas itu bukan prioritas kita, melainkan sekadar tuntutan dari orang lain. Situasi ini bisa memunculkan rasa kesal, enggan, atau keinginan untuk menghindarinya.

Cobalah memahami alasan di balik tugas tersebut dan dampaknya bagi orang lain. Jika pekerjaan itu penting bagi pasangan atau rekan kerja, kamu bisa melihatnya sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Namun, jika tuntutannya terasa tidak masuk akal, komunikasikan keberatanmu dan cari kesepakatan yang lebih realistis.

2. Merasa Kewalahan atau Bingung Harus Mulai dari Mana

Tumpukan pekerjaan bisa membuat kita sulit menentukan prioritas. Ketika semuanya terasa mendesak, kita mungkin justru memilih tidak mengerjakan apa pun. Kondisi ini bisa semakin terasa ketika kita belum menguasai keterampilan yang dibutuhkan atau merasa harus mengerjakan semuanya dengan sempurna.

Untuk mengatasinya, coba identifikasi bagian yang paling membuatmu kesulitan. Jika kamu belum memahami cara mengerjakannya, pelajari langkah-langkahnya atau mintalah bantuan. Jika pekerjaan terasa terlalu besar, pecah menjadi beberapa tugas kecil dan selesaikan satu per satu.

Kamu juga bisa mengambil jeda sejenak untuk menenangkan diri sebelum kembali bekerja. Tidak semua hal harus diselesaikan sekaligus.

3. Mengalami Kesulitan yang Berkaitan dengan Kesehatan Mental

Dalam beberapa kasus, kebiasaan menunda pekerjaan bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan mental, seperti ADHD, depresi, atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Kondisi-kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, pengaturan waktu, pengambilan keputusan, atau kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Misalnya, seseorang dengan ADHD mungkin mengalami kesulitan mengatur perhatian dan memulai tugas. Sementara itu, orang yang mengalami depresi bisa kesulitan beraktivitas karena energi menurun atau merasa kehilangan minat dan harapan.

Namun, kebiasaan menunda saja tidak cukup untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki kondisi tertentu. Jika kesulitan ini berlangsung lama, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau terasa semakin berat, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu mengidentifikasi penyebabnya dan menentukan dukungan yang sesuai.

4. Kesulitan Mengakui Tanggung Jawab Pribadi

Ada kalanya seseorang lebih mudah menyalahkan keadaan atau orang lain ketika pekerjaan tidak selesai. Jika pola ini terus berulang, tanggung jawab pribadi bisa terabaikan dan masalah yang sama berpotensi muncul kembali.

Untuk mengubah pola tersebut, cobalah mengevaluasi bagian mana yang sebenarnya berada dalam kendalimu. Akui kesalahan jika memang ada, tentukan langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya, dan komunikasikan kendala yang kamu hadapi secara terbuka.

Mengambil tanggung jawab bukan berarti harus menyalahkan diri sendiri atas segala hal. Sebaliknya, ini tentang memahami peran kita dalam suatu situasi dan memilih tindakan yang bisa membantu memperbaikinya.

Mulai dengan Memahami Penyebabnya

Kebiasaan menunda pekerjaan bisa muncul karena berbagai alasan. Ada yang kesulitan menentukan prioritas, merasa kewalahan, takut melakukan kesalahan, atau sedang menghadapi kondisi emosional yang menguras energi.

Karena itu, cara mengatasinya tidak selalu sama untuk setiap orang. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memperhatikan kapan kebiasaan menunda muncul dan apa yang kamu rasakan saat menghadapinya.

Setelah mengenali pemicunya, mulailah dengan satu tindakan sederhana. Kamu bisa menyelesaikan bagian terkecil dari pekerjaan, meminta bantuan ketika membutuhkannya, atau membicarakan tanggung jawab yang terasa tidak seimbang.

Perubahan memang membutuhkan proses. Namun, dengan memahami apa yang membuatmu sulit bergerak dan memilih langkah yang sesuai, kamu bisa mulai membangun kebiasaan yang lebih membantu dalam menjalani keseharian.

psychologytoday.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!