Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Support

Cara Mengatasi Frustrasi saat Keinginan dan Kenyataan Tak Sejalan

Banyak dari kita yang tanpa sadar memendam impian karena takut dianggap terlalu berambisi.
Nabila Feb
LY
×
Nabila Feb
Nabila Feb
Penulis Media Positif
LY
lynn e oconnor
Full Credit
Nabila Feb , lynn e oconnor |
Cara Mengatasi Frustrasi saat Keinginan dan Kenyataan Tak Sejalan
Keinginan itu sendiri adalah bukti bahwa kamu punya kapasitas nyata untuk mewujudkannya. (Sumber: freepik)
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Ketika merasa frustrasi dengan perjalanan hidup atau karier, mungkin ada sesuatu yang ingin kamu capai, tetapi belum menemukan jalan untuk mewujudkannya. Banyak orang menganggap frustrasi sekadar perasaan tidak nyaman yang akan hilang dengan sendirinya seiring waktu.

Padahal, frustrasi terkadang bisa menjadi tanda bahwa ada keinginan, kebutuhan, atau tujuan yang belum terpenuhi. Perasaan ini bisa muncul ketika sesuatu yang penting bagimu terasa sulit dijangkau atau terhambat oleh keadaan tertentu.

Berbeda dengan rasa bosan atau hampa, frustrasi sering kali muncul ketika kamu menginginkan sesuatu, tetapi merasa kesulitan untuk mencapainya. Karena itu, memahami sumber frustrasi bisa menjadi langkah awal untuk mengenali apa yang sebenarnya kamu butuhkan.

Mengapa Kita Sering Menahan Ambisi?

Sebagian orang tumbuh dengan anggapan bahwa menunjukkan ambisi secara terbuka bisa mengundang rasa iri, ejekan, atau kekecewaan dari orang-orang terdekat. Pengalaman seperti ini dapat memengaruhi cara seseorang memandang kesuksesan dan keinginannya untuk berkembang.

Tanpa disadari, seseorang mungkin mulai merasa tidak nyaman ketika ingin mencapai lebih banyak hal, terutama jika pencapaiannya berpotensi membuat dirinya terlihat berbeda dari lingkungan sekitar.

Perasaan ini terkadang berkaitan dengan survivor guilt, yaitu rasa bersalah karena mengalami keberhasilan atau keadaan yang lebih baik dibandingkan orang lain. Meski istilah ini sering dikaitkan dengan pengalaman traumatis, rasa bersalah atas keberhasilan juga dapat muncul dalam situasi tertentu ketika seseorang merasa pencapaiannya tidak sejalan dengan kondisi orang-orang di sekitarnya.

Pengalaman masa kecil juga bisa memengaruhi cara seseorang memandang dirinya. Misalnya, ketika anak terbiasa merasa bertanggung jawab atas konflik atau masalah di dalam keluarga, ia mungkin tumbuh dengan kecenderungan menyalahkan diri sendiri atau terlalu memikirkan perasaan orang lain.

Jika pola ini terus terbawa hingga dewasa, seseorang bisa merasa bersalah ketika ingin mengejar impiannya sendiri. Ia mungkin memilih menahan diri demi menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, meskipun keputusan tersebut membuatnya merasa tidak berkembang atau terjebak dalam situasi yang sama.

Mengubah Rasa Takut Menjadi Langkah Nyata

Menyadari bahwa kamu memiliki keinginan untuk berkembang bisa menjadi langkah awal yang berarti. Namun, memiliki sebuah impian tidak selalu berarti kamu pasti mampu mewujudkannya. Keinginan tersebut bisa menjadi petunjuk tentang hal yang penting bagimu, sekaligus alasan untuk mulai mencari jalan yang realistis untuk mencapainya.

Untuk memulainya, cobalah menuliskan impian yang selama ini kamu simpan. Catat juga alasan yang membuatmu ragu untuk mengejarnya. Apakah kamu takut dianggap egois, khawatir mengecewakan orang lain, atau merasa belum cukup mampu?

Dengan mengenali kekhawatiran tersebut, kamu bisa mulai membedakan antara hambatan yang memang perlu dipersiapkan solusinya dan ketakutan yang selama ini membuatmu enggan mencoba.

Setelah itu, pilih satu tujuan yang ingin kamu wujudkan dan tentukan langkah kecil yang bisa dilakukan minggu ini. Kamu tidak harus langsung membuat perubahan besar. Mencari informasi, menyusun rencana, atau mulai mempelajari keterampilan baru pun bisa menjadi langkah awal.

Rasa frustrasi mungkin tidak langsung hilang, tetapi mengambil langkah nyata dapat membantumu merasa lebih terarah. Setidaknya, kamu tidak lagi hanya berhadapan dengan keinginan yang tertahan, tetapi mulai memberi ruang bagi dirimu untuk bergerak maju.

Ingat, keinginanmu untuk berkembang tidak selalu berarti kamu mengabaikan orang-orang yang kamu sayangi. Kamu tetap bisa peduli terhadap mereka sambil memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk bertumbuh. Pencapaianmu pun tidak harus menjadi persaingan dengan orang lain, melainkan bagian dari perjalananmu untuk membangun kehidupan yang lebih sesuai dengan nilai dan tujuanmu.

psychologytoday.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!