Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

Pre-crastination, Keinginan untuk Selalu Cepat Menyelesaikan Sesuatu

AN
EV
×
AN
AN
Penulis Media Positif
EV
Eva M. Krockow Ph.D.
Full Credit
AN , Eva M. Krockow Ph.D. |
Pre-crastination, Keinginan untuk Selalu Cepat Menyelesaikan Sesuatu
Bukan suka menunda, pre-crastination justru membuat seseorang ingin cepat menyelesaikan pekerjaan
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Selama ini, menunda pekerjaan sering dianggap sebagai kebiasaan yang menghambat produktivitas. Namun, terlalu cepat menyelesaikan sesuatu ternyata juga tidak selalu lebih baik. 

Ada kecenderungan yang disebut pre-crastination, yaitu dorongan untuk segera mengerjakan atau menyelesaikan tugas, bahkan ketika sebenarnya belum perlu dilakukan.

Sekilas, kebiasaan ini terdengar positif. Kamu terlihat rajin, teratur, dan selalu menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu. Namun, jika dilakukan terus-menerus, pre-crastination justru bisa membuat kamu mengeluarkan lebih banyak tenaga daripada yang diperlukan.

Apa Itu Pre-crastination?

Pre-crastination adalah kecenderungan untuk segera mengerjakan suatu tugas agar cepat selesai, meskipun tindakan tersebut membuat kamu membutuhkan usaha lebih besar. Istilah ini diperkenalkan oleh psikolog David Rosenbaum dan rekan-rekannya pada 2014.

Contohnya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kamu mungkin langsung membalas setiap email begitu masuk, menyelesaikan pekerjaan yang tenggatnya masih beberapa hari lagi, atau buru-buru mengambil barang hanya supaya satu urusan bisa langsung dicoret dari daftar tugas.

Masalahnya bukan pada menyelesaikan pekerjaan lebih awal. Yang menjadi perhatian adalah ketika kamu merasa harus segera menyelesaikan sesuatu meskipun menunggu sebentar sebenarnya bisa membuat pekerjaan lebih mudah.

Mengapa Kita Suka Menyelesaikan Sesuatu Secepatnya?

Salah satu alasan di balik pre-crastination adalah keinginan untuk mengurangi beban pikiran. Ketika ada banyak tugas yang belum selesai, setiap tugas tersebut seolah tetap memenuhi ruang dalam pikiran.

Dengan segera menyelesaikannya, kamu mendapatkan rasa lega karena satu hal sudah tidak perlu dipikirkan lagi. Penelitian yang dibahas dalam Psychology Today menunjukkan bahwa kecenderungan ini berkaitan dengan upaya mengurangi cognitive load atau beban kognitif.

Misalnya, kamu sudah tahu bahwa minggu depan harus memesan tiket perjalanan. Karena ingin mengosongkan daftar tugas, kamu langsung memesannya jauh-jauh hari. Padahal, dengan menunggu dan mencari informasi lebih dulu, kamu mungkin bisa mendapatkan pilihan atau harga yang lebih sesuai.

Jadi, pre-crastination tidak selalu muncul karena kamu terburu-buru. Bisa saja kamu justru sedang berusaha menciptakan rasa tenang dengan membuat semua urusan cepat selesai.

Pre-crastination Berbeda dari Procrastination

Pre-crastination dan procrastination berada di sisi yang berlawanan. Jika procrastination membuat kamu cenderung menunda pekerjaan, pre-crastination membuat kamu ingin mengerjakannya sesegera mungkin.

Namun, keduanya bisa sama-sama menimbulkan masalah jika dilakukan secara berlebihan.

Orang yang sering menunda mungkin baru mengerjakan tugas ketika tenggat sudah dekat. Sementara itu, orang yang cenderung pre-crastinate bisa menghabiskan energi untuk menyelesaikan tugas jauh sebelum waktunya, bahkan ketika belum memiliki informasi yang cukup.

Contohnya, kamu buru-buru mengirim draf pekerjaan karena ingin cepat selesai. Beberapa hari kemudian, kamu mendapatkan informasi baru dan harus mengubah sebagian besar isinya. Pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan sekali akhirnya perlu dikerjakan ulang.

Artinya, cepat selesai tidak selalu berarti lebih efisien.

Bagaimana Menjaga Produktivitas Tanpa Berlebihan?

Kamu tidak harus menghilangkan kebiasaan menyelesaikan pekerjaan lebih awal. Justru, kemampuan mengerjakan sesuatu sebelum tenggat bisa sangat membantu. Yang penting adalah mengetahui kapan harus bergerak dan kapan sebaiknya menunggu.

Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

1. Beri Jeda Sebelum Mulai

Ketika ada tugas yang langsung ingin kamu selesaikan, berhenti sebentar dan tanyakan pada diri sendiri: apakah mengerjakannya sekarang benar-benar membuat pekerjaan lebih mudah?

Jika jawabannya tidak, kamu tidak harus langsung mengerjakannya.

2. Pecah Tugas Menjadi Bagian Kecil

Tugas besar bisa terasa memenuhi pikiran ketika semuanya terlihat belum selesai. Memecahnya menjadi beberapa bagian dapat membantu mengurangi beban tersebut tanpa membuat kamu harus menyelesaikan semuanya sekaligus.

Dengan begitu, kamu tetap merasa ada kemajuan tanpa perlu memaksakan diri.

3. Tentukan Mana yang Benar-Benar Penting

Tidak semua pekerjaan harus mendapatkan perlakuan yang sama. Tugas sederhana yang bisa selesai dalam beberapa menit mungkin memang lebih baik langsung dikerjakan.

Namun, keputusan besar atau pekerjaan yang membutuhkan banyak pertimbangan sebaiknya diberi waktu untuk dipikirkan. Pre-crastination bisa membuat kamu terlalu fokus pada kecepatan dan lupa mempertimbangkan dampaknya.

4. Jangan Memenuhi Jadwal Terlalu Penuh

Kebiasaan menyelesaikan semuanya lebih awal bisa membuat kamu menumpuk terlalu banyak pekerjaan di satu waktu. Akibatnya, energi cepat terkuras dan kamu berisiko mengalami kelelahan.

Coba sebarkan pekerjaan sepanjang minggu dan sisakan ruang untuk hal-hal yang tidak terduga.

>> Baca juga: Cara Menghilangkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan agar Lebih Produktif

Tidak Selalu Harus Cepat

Produktif bukan berarti harus selalu menjadi orang pertama yang menyelesaikan semuanya. Terkadang, menunggu justru merupakan bagian dari strategi yang baik.

Kamu bisa menyelesaikan tugas lebih awal ketika memang memberikan keuntungan. Namun, jika terburu-buru hanya karena ingin melihat daftar tugas kosong, mungkin sudah waktunya memberi sedikit jeda.

Pada akhirnya, keseimbangan adalah kuncinya. Kamu tidak perlu menjadi seseorang yang selalu menunda, tetapi juga tidak harus selalu menyelesaikan semuanya sesegera mungkin. Ada kalanya bertindak cepat merupakan pilihan terbaik, sementara pada situasi lain, menunggu dengan bijak justru membuat pekerjaan lebih efektif.

Pre-crastination and the Science of Doing Too Much, Too Soon
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!