JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, wajar kalau sesekali kamu merasa cemas atau kewalahan. Pikiran bisa terus dipenuhi kekhawatiran tentang masa depan, bahkan sampai membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.
Saat pikiran terasa penuh, ada kalanya kita perlu mengambil jeda sejenak dari rutinitas. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menghabiskan waktu di alam terbuka.
Kamu nggak harus pergi jauh ke pegunungan atau pantai untuk merasakan suasana yang lebih menenangkan. Berada di taman dekat rumah atau sekadar memperhatikan pepohonan di sekitar juga bisa menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari berbagai hal yang memenuhi pikiran.
Berikut tiga cara menikmati alam yang bisa kamu coba untuk membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
1. Melibatkan Pancaindra saat Menikmati Alam
Menikmati alam nggak selalu harus dilakukan dengan pergi ke tempat yang jauh. Taman di sekitar rumah, pepohonan di pinggir jalan, atau tanaman di sudut ruangan pun bisa menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Cobalah berhenti sejenak dan perhatikan hal-hal kecil di sekitarmu. Amati warna bunga, bentuk dedaunan, atau cahaya matahari yang menembus sela-sela ranting. Kamu juga bisa mendengarkan suara angin, kicauan burung, atau suara lingkungan yang sebelumnya luput dari perhatian.
Jika memungkinkan, sentuh permukaan daun atau rasakan udara di sekitarmu. Fokuskan perhatian pada apa yang sedang kamu lihat, dengar, dan rasakan tanpa perlu terburu-buru melakukan hal lain.
Cara sederhana ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang terus berputar dan membuatmu lebih menyadari keadaan saat ini. Meski efeknya bisa berbeda pada setiap orang, meluangkan waktu untuk menikmati lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu cara untuk melepas penat.
2. Melatih Mindfulness melalui Pengamatan Alam
Mindfulness adalah kemampuan untuk menyadari apa yang sedang terjadi saat ini, baik di sekitar maupun di dalam diri sendiri, tanpa buru-buru menghakiminya.
Alam bisa menjadi salah satu sarana sederhana untuk melatihnya. Kamu bisa mengamati awan yang bergerak di langit, memperhatikan kupu-kupu yang hinggap di bunga, atau melihat ranting pohon yang bergoyang tertiup angin.
Pilih satu hal yang menarik perhatianmu, lalu amati selama beberapa saat. Ketika pikiran mulai beralih ke pekerjaan, kekhawatiran, atau hal lain yang belum selesai, coba arahkan perhatianmu kembali pada apa yang sedang kamu amati.
Kamu juga bisa mengatur napas secara perlahan sambil menikmati suasana di sekitarmu. Nggak perlu memaksa diri untuk menghilangkan semua pikiran yang mengganggu. Cukup sadari bahwa pikiran itu muncul, lalu perlahan kembalikan perhatianmu ke momen saat ini.
Latihan sederhana ini dapat membantu sebagian orang merasa lebih tenang dan tidak terlalu larut dalam kekhawatiran. Kamu bisa memulainya dari beberapa menit setiap hari, sesuai dengan waktu dan kenyamananmu.
3. Mencoba Grounding untuk Kembali Menyadari Momen Saat Ini
Pernah mencoba berjalan tanpa alas kaki di atas rumput atau pasir pantai? Sensasi yang kamu rasakan saat menyentuh permukaan tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk lebih menyadari tubuh dan lingkungan sekitar.
Dalam konteks kesehatan mental, istilah grounding juga digunakan untuk menyebut teknik yang membantu seseorang kembali memusatkan perhatian pada keadaan saat ini ketika merasa cemas atau kewalahan.
Kamu bisa mencoba cara sederhana, seperti merasakan telapak kaki menapak di lantai, memperhatikan benda-benda di sekitarmu, atau menyadari sensasi udara yang menyentuh kulit. Jika berada di luar ruangan, kamu juga bisa memperhatikan tekstur rumput atau pasir selama tempatnya aman.
Perlu diketahui bahwa grounding dalam arti berjalan tanpa alas kaki di atas tanah atau rumput, yang juga dikenal sebagai earthing, berbeda dari teknik grounding untuk memusatkan perhatian. Klaim bahwa earthing dapat menurunkan kadar kortisol, memperbaiki tidur, atau mengurangi kecemasan secara signifikan masih membutuhkan bukti ilmiah yang lebih kuat.
Meski begitu, kegiatan sederhana yang membuatmu lebih menyadari tubuh dan lingkungan sekitar bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu menghadapi momen ketika pikiran terasa penuh.
Luangkan Waktu untuk Terhubung dengan Alam
Saat kesibukan dan kekhawatiran mulai memenuhi pikiran, kamu nggak harus selalu mencari cara yang rumit untuk merasa lebih tenang. Sesekali, mengambil jeda dan memperhatikan lingkungan sekitar bisa menjadi langkah awal yang sederhana.
Cobalah berjalan sebentar di taman, duduk di dekat jendela sambil menikmati pemandangan, atau menghabiskan beberapa menit untuk merawat tanaman. Pilih aktivitas yang terasa nyaman dan mudah kamu lakukan dalam keseharian.
Menghabiskan waktu di alam bukan solusi untuk semua masalah atau pengganti bantuan profesional ketika kecemasan terasa berat dan terus mengganggu aktivitas. Namun, kebiasaan ini bisa menjadi salah satu cara untuk memberi ruang bagi diri sendiri di tengah rutinitas yang padat.
yourtango.com

Komentar