JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Kesuksesan karier sering kali identik dengan jabatan yang lebih tinggi, gaji yang meningkat, tanggung jawab yang semakin besar, atau pencapaian yang terlihat oleh orang lain. Namun, ukuran tersebut belum tentu sesuai dengan apa yang sebenarnya kamu butuhkan dalam hidup.
Ada kalanya karier terlihat baik di atas kertas, tetapi kamu justru merasa lelah, kehilangan waktu untuk kehidupan pribadi, atau tidak lagi menikmati pekerjaan yang dijalani. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa definisi kesuksesan yang kamu kejar belum tentu sesuai dengan prioritasmu saat ini.
Langkah Membangun Karier yang Sukses Sesuai dengan Tujuan Hidupmu
Menurut Psychology Today, membangun kesuksesan karier sesuai pilihan sendiri bukan berarti harus berhenti memiliki ambisi. Justru, kamu perlu lebih sadar dalam menentukan arah karier agar sejalan dengan nilai, kebutuhan, kemampuan, dan kehidupan yang ingin dijalani. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan?
1. Tentukan Arti Kesuksesan Menurutmu
Langkah pertama adalah menentukan apa arti kesuksesan karier bagimu saat ini. Coba lepaskan sejenak standar dari perusahaan, keluarga, teman, atau lingkungan sekitar. Jabatan tinggi dan penghasilan besar memang bisa menjadi bagian dari kesuksesan, tetapi bukan satu-satunya ukuran.
Bagi sebagian orang, kesuksesan berarti mendapatkan promosi. Bagi yang lain, kesuksesan mungkin berarti memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga, bekerja dengan jadwal fleksibel, mempunyai kebebasan dalam mengambil keputusan, atau melakukan pekerjaan yang terasa bermakna.
Kebutuhan tersebut juga bisa berubah seiring waktu. Target yang terasa penting beberapa tahun lalu belum tentu masih menjadi prioritas sekarang. Karena itu, tanyakan kepada dirimu: Seperti apa karier yang ingin kamu jalani pada tahap kehidupanmu saat ini?
2. Pilih Arah Karier Sesuai dengan Kehidupanmu
Karier tidak berdiri sendiri. Pekerjaan yang kamu pilih akan berpengaruh pada waktu, energi, hubungan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
Tidak ada yang salah dengan mengejar posisi lebih tinggi atau tanggung jawab yang lebih besar jika memang itu yang kamu inginkan. Namun, pertimbangkan apakah arah tersebut cocok dengan kehidupan yang ingin kamu bangun.
Misalnya, kamu ingin mengembangkan kemampuan profesional tanpa harus mengambil pekerjaan yang membuat seluruh waktu tersita. Artinya, perkembangan karier tidak selalu harus berarti “lebih besar”. Terkadang, langkah yang tepat justru berupa perubahan arah yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu.
3. Bangun Kepercayaan Diri untuk Mendukung Kemampuanmu
Kepercayaan diri juga berperan dalam perkembangan karier. Namun, kamu tidak harus selalu merasa yakin sepenuhnya sebelum mengambil langkah.
Banyak orang menunggu sampai merasa benar-benar siap sebelum mencoba kesempatan baru. Padahal, rasa percaya diri justru tumbuh setelah kamu berani mengambil tindakan.
Untuk membangunnya, kamu bisa mengingat kembali pencapaian yang sudah dimiliki. Catat proyek yang berhasil kamu selesaikan, masalah yang pernah kamu atasi, keterampilan yang dikuasai, serta masukan positif yang pernah diterima.
Dengan begitu, ketika keraguan muncul, kamu tidak hanya mengandalkan perasaan. Kamu juga memiliki bukti mengenai kemampuanmu.
4. Buat Kontribusimu Lebih Terlihat
Bekerja keras memang penting, tetapi orang lain juga perlu mengetahui kontribusi yang kamu berikan. Hal ini bukan berarti kamu harus terus-menerus mempromosikan diri. Kamu hanya perlu mampu menjelaskan pekerjaan, hasil, dan dampak yang sudah kamu berikan.
Misalnya, ketika berbicara dengan atasan, jangan hanya menyampaikan tugas apa saja yang sudah diselesaikan. Jelaskan juga bagaimana pekerjaan tersebut membantu tim atau perusahaan.
Kebiasaan ini dapat membantu orang lain memahami kemampuan, minat, dan arah perkembangan kariermu. Menurut Psychology Today, strategic visibility atau visibilitas yang terarah dapat membantu membuka peluang karena orang yang tepat menjadi lebih memahami kontribusimu.
5. Tetapkan Batasan untuk Menjaga Energi
Kesuksesan karier akan sulit dipertahankan jika seluruh waktu dan energimu habis untuk pekerjaan. Karena itu, batasan dalam bekerja juga penting.
Kamu bisa mulai dengan melihat kembali aktivitas yang selama ini menghabiskan energi. Apakah kamu terlalu sering menerima tugas yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu? Apakah ada rapat yang sebenarnya tidak perlu kamu ikuti?
Batasan tidak harus berarti menolak semua permintaan. Kamu bisa memulainya dengan menetapkan prioritas, meminta kejelasan mengenai tugas, mendelegasikan pekerjaan tertentu, atau menyediakan waktu khusus untuk pekerjaan yang membutuhkan fokus.
Dengan energi yang lebih terjaga, kamu juga memiliki ruang untuk berpikir mengenai perkembangan karier dalam jangka panjang.
6. Jangan Membangun Karier Seorang Diri
Perjalanan karier tidak selalu harus dilakukan sendirian. Dukungan dari orang lain dapat membantu kamu melihat pilihan dengan lebih jelas dan tetap bergerak ketika menghadapi keraguan.
Kamu bisa mencari mentor, rekan kerja yang dipercaya, komunitas profesional, atau orang yang memiliki pengalaman di bidang yang ingin kamu kembangkan. Cobalah tanyakan kepada diri sendiri: Siapa yang bisa memberikan sudut pandang berbeda? Siapa yang dapat memberikan masukan ketika kamu menghadapi keputusan sulit?
Memiliki lingkungan yang mendukung juga dapat membantu kamu mempertahankan arah ketika menghadapi perubahan atau tantangan dalam pekerjaan.
>> Baca juga: 8 Keterampilan yang Dibutuhkan dalam Dunia Kerja agar Karier Semakin Berkembang
Kesuksesan Karier Tidak Harus Terlihat Sama
Kesuksesan karier tidak memiliki satu bentuk yang berlaku untuk semua orang. Apa yang dianggap berhasil oleh orang lain belum tentu sesuai dengan kebutuhanmu.
Karena itu, tidak ada salahnya mengevaluasi kembali tujuan karier secara berkala. Pastikan pekerjaan yang kamu jalani tidak hanya memberikan pencapaian, tetapi juga sejalan dengan nilai, kemampuan, prioritas, dan kehidupan yang ingin kamu bangun.
Pada akhirnya, membangun karier sesuai pilihan sendiri bukan berarti mengurangi ambisi. Kamu justru sedang menentukan ke mana ambisi tersebut sebaiknya diarahkan agar pertumbuhan karier tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kehidupan di luar pekerjaan.
What You Need for Career Success on Your Own Terms

Komentar