Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

6 Emosi Dasar Manusia dan Cara Emosi Memengaruhi Perilaku

AN
KE
×
AN
AN
Penulis Media Positif
KE
Kendra Cherry, MSEd
Full Credit
AN , Kendra Cherry, MSEd |
6 Emosi Dasar Manusia dan Cara Emosi Memengaruhi Perilaku
Enam emosi dasar manusia
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Setiap hari, kamu bisa merasakan berbagai macam emosi. Senang ketika mendapatkan kabar baik, sedih setelah mengalami kehilangan, atau takut saat menghadapi sesuatu yang mengancam.

Emosi manusia sebenarnya sangat beragam. Namun, dalam salah satu kerangka yang dikembangkan psikolog Paul Ekman, terdapat enam emosi dasar yang sering dibahas, yaitu bahagia, sedih, takut, jijik, marah, dan terkejut.

Emosi Dasar Manusia Menurut Paul Ekman

Emosi dasar merupakan respons emosional yang dapat muncul secara cepat dan memengaruhi cara seseorang merespons suatu situasi. Kerangka Ekman mengenai emosi dasar berkembang dari penelitian tentang ekspresi wajah dan bagaimana ekspresi tersebut dikenali di berbagai budaya.

Meski demikian, enam emosi tersebut bukan satu-satunya cara untuk memahami pengalaman emosional manusia. Beberapa teori lain mengelompokkan emosi dengan cara yang berbeda, dan pengalaman emosional manusia jauh lebih kompleks daripada enam kategori saja.

Memahami emosi dapat membantu kamu mengenali apa yang sedang terjadi di dalam diri serta memahami bagaimana perasaan dapat memengaruhi pikiran, perilaku, dan hubungan dengan orang lain.

1. Bahagia

Bahagia merupakan emosi yang biasanya ditandai dengan rasa senang, puas, nyaman, atau sejahtera.

Kamu mungkin merasakan kebahagiaan setelah mendapatkan sesuatu yang diinginkan, menghabiskan waktu bersama orang terdekat, menyelesaikan pekerjaan yang sulit, atau melakukan aktivitas yang disukai.

Ekspresi bahagia dapat terlihat melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada bicara. Namun, hal yang membuat seseorang merasa bahagia tidak selalu sama dengan orang lain. Budaya, pengalaman hidup, kebutuhan, dan kondisi pribadi dapat memengaruhi pengalaman seseorang terhadap kebahagiaan.

2. Sedih

Sedih biasanya muncul ketika kamu mengalami kehilangan, kekecewaan, penolakan, atau peristiwa sulit lainnya.

Saat sedih, kamu mungkin lebih banyak diam, menangis, kehilangan energi, atau memilih menjauh dari orang lain. Intensitas dan lamanya rasa sedih juga dapat berbeda pada setiap orang.

Merasa sedih merupakan bagian normal dari kehidupan. Namun, jika kesedihan berlangsung lama, terasa sangat berat, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental seperti depresi.

Karena itu, penting untuk mengenali perasaan sedih tanpa langsung menganggap bahwa setiap kesedihan berarti kamu mengalami gangguan mental.

3. Takut

Takut merupakan emosi yang berperan penting dalam membantu kita merespons ancaman. Ketika menghadapi bahaya, tubuh dapat mengaktifkan respons fight-or-flight.

Akibatnya, detak jantung dan pernapasan dapat meningkat, otot menjadi tegang, dan perhatian lebih terfokus pada sumber ancaman. Respons tersebut membantu tubuh bersiap untuk menghadapi atau menghindari bahaya.

Takut juga dapat muncul ketika seseorang membayangkan ancaman yang belum terjadi. Kekhawatiran terhadap sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan dapat berkaitan dengan kecemasan, yang berbeda dari respons takut terhadap ancaman yang sedang dihadapi.

4. Jijik

Jijik merupakan respons terhadap sesuatu yang dianggap menjijikkan atau berpotensi membahayakan.

Bau makanan basi, makanan yang sudah rusak, kotoran, atau sesuatu yang berkaitan dengan penyakit dapat memicu rasa jijik. Reaksi ini dapat terlihat dari ekspresi wajah seperti mengernyitkan hidung atau menjauh dari sumber yang dianggap menjijikkan.

Rasa jijik diduga memiliki fungsi perlindungan dengan membantu manusia menghindari sesuatu yang berpotensi membawa penyakit. Namun, rasa jijik juga dapat muncul terhadap perilaku atau situasi yang dianggap tidak pantas atau bertentangan dengan nilai seseorang.

5. Marah

Marah dapat muncul ketika kamu merasa terancam, frustrasi, diperlakukan tidak adil, atau menghadapi sesuatu yang menghalangi tujuanmu.

Emosi ini dapat ditunjukkan melalui wajah yang tegang, suara meninggi, tubuh yang kaku, atau perubahan fisiologis seperti jantung berdebar dan berkeringat.

Marah tidak selalu berarti sesuatu yang buruk. Dalam kondisi tertentu, emosi ini dapat membantu kamu menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dan mendorongmu untuk merespons situasi tersebut.

Masalah dapat muncul ketika kemarahan diekspresikan dengan cara yang menyakiti diri sendiri atau orang lain. Karena itu, kemampuan mengelola kemarahan penting agar emosi tersebut tidak berkembang menjadi perilaku yang merugikan.

6. Terkejut

Terkejut biasanya muncul ketika sesuatu terjadi secara tidak terduga. Emosi ini dapat muncul dalam situasi yang menyenangkan, menakutkan, maupun netral.

Saat terkejut, kamu mungkin membuka mata lebih lebar, mengangkat alis, mundur secara spontan, atau mengeluarkan suara tertentu.

Respons terkejut juga dapat membuat perhatianmu segera tertuju pada sesuatu yang baru saja terjadi. Setelah respons awal tersebut, kamu kemudian dapat menilai situasi dan menentukan bagaimana akan meresponsnya.

Apakah Hanya Ada Enam Emosi Dasar?

Enam emosi yang dikaitkan dengan kerangka Ekman bukan satu-satunya cara untuk mengelompokkan emosi manusia. Teori mengenai emosi masih terus berkembang, dan para peneliti memiliki pandangan yang berbeda mengenai jumlah maupun jenis emosi dasar.

Misalnya, teori wheel of emotions dari psikolog Robert Plutchik menggambarkan emosi dalam bentuk roda. Dalam teori tersebut, emosi dapat memiliki tingkat intensitas yang berbeda dan berinteraksi satu sama lain sehingga menghasilkan pengalaman emosional yang lebih kompleks.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pengalaman emosional manusia dapat dikelompokkan ke dalam berbagai kategori yang saling berhubungan.

Artinya, pengalaman emosional manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar enam kategori.

>> Baca juga: 5 Dampak Tidak Memahami Emosi yang Mungkin Tidak Kamu Sadari

Mengapa Memahami Emosi Itu Penting?

Memahami emosi dapat membantu kamu mengenali apa yang sedang terjadi di dalam diri. Ketika kamu bisa memberi nama pada perasaan yang muncul, kamu mungkin lebih mudah memahami kebutuhan dan alasan di balik respons tertentu.

Misalnya, rasa marah terkadang muncul bersamaan dengan perasaan kecewa atau tidak dihargai. Begitu pula dengan rasa cemas yang dapat berkaitan dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi.

Dengan mengenali emosi, kamu memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak dan memilih respons yang lebih sesuai daripada langsung bertindak berdasarkan dorongan sesaat.

Pada akhirnya, emosi tidak harus dibagi menjadi “baik” dan “buruk”. Bahagia, sedih, takut, jijik, marah, dan terkejut merupakan bagian dari pengalaman manusia. Yang penting adalah mengenali emosi tersebut dan belajar meresponsnya dengan cara yang sehat.

https://www.verywellmind.com/an-overview-of-the-types-of-emotions-4163976
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!