JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh dan otak menjalankan berbagai proses penting untuk menjaga kesehatan dan membantu kamu berfungsi dengan baik keesokan harinya.
Sayangnya, kesibukan sering membuat waktu tidur dikorbankan. Padahal, kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, kemampuan berpikir, berat badan, bahkan penampilan.
Lantas, bagaimana cara mengetahui kalau kamu sebenarnya tidak cukup tidur? Berikut beberapa tandanya.
1. Suasana Hati Mudah Berubah
Kalau belakangan ini kamu lebih mudah kesal, sensitif, atau sulit menghadapi tekanan, kurang tidur mungkin ikut berperan.
Tidur dan kesehatan emosional memiliki hubungan yang erat. Kurang tidur, bahkan dalam waktu singkat, dapat memengaruhi suasana hati dan membuat kamu lebih mudah tersinggung.
Kurang tidur dan stres juga bisa membentuk lingkaran yang sulit diputus. Stres membuat kamu lebih sulit tidur, sementara kurang tidur membuat kamu semakin sulit menghadapi tekanan sehari-hari.
Jadi, kalau kamu merasa emosimu lebih mudah naik turun dari biasanya, coba perhatikan kembali kualitas dan durasi tidurmu.
2. Produktivitas dan Kemampuan Berpikir Menurun
Kurang tidur dapat membuat kamu lebih sulit berkonsentrasi, berpikir dengan jernih, dan menemukan kata-kata yang tepat saat berbicara.
Hal ini tentu bisa memengaruhi pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Kamu mungkin merasa membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas atau lebih sering melakukan kesalahan.
Menariknya, tidur juga berperan dalam membantu otak memproses informasi yang kamu dapatkan sepanjang hari. Saat tidur, informasi baru dapat diproses dan disimpan sebagai ingatan.
Karena itu, begadang untuk menyelesaikan pekerjaan belum tentu membuat kamu lebih produktif. Dalam beberapa situasi, tidur yang cukup justru dapat membantu kamu berpikir lebih baik keesokan harinya.
3. Berat Badan Mulai Bertambah
Kurang tidur juga dapat berkaitan dengan perubahan berat badan.
Kurang tidur dapat dikaitkan dengan menurunnya leptin, hormon yang membantu memberikan sinyal kenyang, serta meningkatnya ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar. Akibatnya, kamu mungkin lebih mudah merasa lapar dan makan lebih banyak.
Kurang tidur juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Karena itu, tidur yang cukup merupakan salah satu bagian penting dari kebiasaan hidup sehat.
4. Penampilan Terlihat Lebih Lelah
Kurang tidur tidak hanya memengaruhi kondisi tubuh dari dalam. Wajahmu juga bisa menunjukkan bahwa kamu kurang beristirahat.
Mata merah atau sembap, lingkaran hitam di bawah mata, dan wajah yang terlihat lebih lesu dapat muncul setelah kamu kurang tidur.
Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang lain dapat mengenali tanda-tanda seseorang baru saja mengalami malam yang buruk. Jadi, kalau kamu merasa wajah terlihat lebih lelah setelah tidur larut, itu bukan sekadar perasaanmu.
5. Kemampuan Membuat Keputusan Menurun
Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan otak dalam memproses emosi dan mengambil keputusan.
Ketika kurang tidur, kamu mungkin lebih sulit memahami situasi sosial, mengendalikan respons emosional, atau mempertimbangkan sesuatu dengan baik sebelum bertindak.
Kurang tidur juga dapat menurunkan kemampuan mengendalikan diri. Akibatnya, kamu mungkin lebih mudah mengambil keputusan secara impulsif atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan dampaknya dengan matang.
Itulah sebabnya tidur yang cukup penting bukan hanya agar tubuh tidak lelah, tetapi juga agar kamu dapat berpikir dan mengambil keputusan dengan lebih baik.
6. Gairah Seksual Menurun
Kelelahan juga dapat memengaruhi keinginan untuk berhubungan seksual.
Ketika tubuh sudah sangat lelah, kamu mungkin tidak memiliki cukup energi atau keinginan untuk melakukan aktivitas intim. Hal ini dapat terjadi terutama pada orang yang memiliki banyak tanggung jawab dan merasa kelelahan setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.
Gangguan tidur tertentu juga dapat berhubungan dengan menurunnya gairah seksual. Salah satunya adalah sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti dan kembali berulang kali saat tidur.
>> Baca juga: 5 Dampak Kurang Tidur bagi Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan
7. Sering Mengantuk di Siang Hari
Rasa mengantuk di siang hari mungkin menjadi tanda yang paling mudah dikenali ketika kamu tidak mendapatkan cukup tidur.
Kamu mungkin sering menguap, sulit menjaga mata tetap terbuka, atau bahkan hampir tertidur saat sedang melakukan aktivitas yang sebenarnya tidak terlalu melelahkan.
Mengantuk di siang hari bukan hanya membuat aktivitas terasa lebih berat. Kondisi ini juga bisa berbahaya jika terjadi ketika kamu sedang mengemudi atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Kalau kamu terus-menerus merasa mengantuk pada siang hari meskipun sudah berusaha tidur cukup, ada baiknya memperhatikan kualitas tidur dan mencari tahu apakah ada gangguan tidur yang mendasarinya.
Salah satu kebiasaan yang dapat mengganggu tidur adalah terlalu lama menggunakan ponsel, tablet, atau perangkat dengan layar sebelum tidur.
Penggunaan layar pada malam hari dapat menekan peningkatan melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur waktu tidur. Aktivitas di media sosial atau menonton sesuatu juga dapat membuat otak tetap aktif ketika seharusnya mulai rileks.
Oleh karena itu, cobalah mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur dan berikan kesempatan bagi tubuh untuk mulai bersiap beristirahat.
Jika kamu sering mengalami sulit tidur dan efeknya sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui penyebab dan penanganannya.
7 Signs You're Not Getting Enough Sleep (1 Mar 2016)
Komentar