JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Talas merupakan salah satu jenis umbi yang cukup mudah ditemukan di Indonesia. Rasanya cenderung ringan dan sedikit manis, dengan tekstur lembut setelah dimasak. Selain bisa diolah menjadi berbagai makanan, talas juga mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh.
Daftar Manfaat Talas untuk Kesehatan
Talas merupakan sumber serat, kalium, magnesium, vitamin C, vitamin E, serta beberapa vitamin dan mineral lainnya. Umbi ini juga mengandung pati resisten, yaitu jenis karbohidrat yang tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh.
Lantas, apa saja manfaat talas untuk kesehatan? Berikut beberapa manfaat potensialnya.
1. Kaya Serat dan Berbagai Nutrisi
Talas mengandung sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dalam sekitar 132 gram talas yang sudah dimasak, terdapat sekitar 6,7 gram serat.
Selain serat, talas juga mengandung mangan, vitamin B6, vitamin E, kalium, tembaga, vitamin C, fosfor, dan magnesium.
Kandungan serat yang cukup tinggi membuat talas dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat yang lebih beragam. Serat juga penting untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan membuat kamu merasa kenyang lebih lama.
2. Membantu Mengontrol Gula Darah
Meskipun termasuk makanan yang kaya karbohidrat, talas mengandung serat dan pati resisten yang dapat membantu menjaga kadar gula darah.
Serat tidak dicerna dan diserap seperti karbohidrat lainnya. Karena itu, serat dapat memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat sehingga kenaikan gula darah setelah makan tidak terlalu cepat.
Talas juga mengandung pati resisten yang sulit dicerna oleh tubuh. Kombinasi serat dan pati resisten tersebut membuat talas berpotensi menjadi pilihan sumber karbohidrat yang lebih baik untuk membantu mengontrol gula darah.
Namun, cara mengolah dan jumlah talas yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan, terutama jika kamu memiliki diabetes.
3. Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung
Serat dalam talas juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Penelitian secara umum menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak serat cenderung memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Selain serat, pati resisten dalam talas juga diduga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Kolesterol yang terlalu tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Meski begitu, kesehatan jantung tidak hanya dipengaruhi oleh satu jenis makanan. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur cukup, dan kebiasaan hidup sehat tetap penting untuk menjaga kesehatan jantung.
4. Mengandung Antioksidan yang Berpotensi Melindungi Sel Tubuh
Talas mengandung senyawa tumbuhan yang disebut polifenol. Salah satunya adalah kuersetin, yaitu senyawa yang juga dapat ditemukan pada beberapa jenis buah dan sayuran.
Polifenol memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Beberapa penelitian di laboratorium dan pada hewan juga menunjukkan bahwa kuersetin memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu. Namun, penelitian tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa mengonsumsi talas dapat mencegah atau mengobati kanker pada manusia.
Jadi, manfaat ini sebaiknya dipahami sebagai potensi yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
5. Membantu Menjaga Berat Badan
Talas dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang membantu kamu merasa kenyang lebih lama karena kandungan seratnya.
Serat dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Kondisi ini berpotensi membantu mengurangi asupan makanan secara berlebihan.
Pati resisten dalam talas juga diduga memiliki efek serupa. Namun, bukan berarti makan talas secara otomatis akan membuat berat badan turun.
Jumlah yang dikonsumsi dan cara pengolahannya tetap penting. Talas yang direbus atau dikukus tentu berbeda dengan talas yang digoreng dan diberi banyak gula atau bahan tambahan lainnya.
6. Baik untuk Kesehatan Pencernaan
Salah satu manfaat talas yang menarik adalah potensinya dalam mendukung kesehatan usus. Serat dan pati resisten dalam talas tidak sepenuhnya dicerna oleh tubuh sehingga dapat mencapai usus besar.
Di sana, keduanya dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Ketika difermentasi oleh bakteri tersebut, serat dan pati resisten dapat menghasilkan asam lemak rantai pendek yang membantu mendukung kesehatan sel-sel yang melapisi usus.
Karena itu, mengonsumsi makanan sumber serat seperti talas dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan.
>> Baca juga: 8 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Sehat untuk Energi dan Kesehatan Tubuh
7. Mudah Diolah Menjadi Berbagai Makanan
Selain mengandung berbagai nutrisi, talas juga cukup mudah diolah. Rasanya yang ringan dan sedikit manis membuatnya cocok digunakan untuk makanan manis maupun gurih.
Kamu bisa mengolah talas dengan cara dikukus atau direbus, kemudian dimakan langsung atau ditambahkan ke dalam sup dan hidangan lainnya. Talas juga dapat dibuat menjadi keripik, kue, atau isian makanan.
Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan talas sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah.
Talas mentah mengandung senyawa tertentu, termasuk oksalat, yang dapat menimbulkan rasa gatal, perih, atau seperti terbakar pada mulut. Memasak talas dengan benar dapat membantu menonaktifkan senyawa tersebut sehingga lebih aman dikonsumsi.
Untuk mendapatkan manfaat talas secara lebih optimal, kamu bisa memilih cara pengolahan yang sederhana, seperti mengukus atau merebusnya. Hindari terlalu banyak menambahkan gula, santan, atau minyak jika kamu sedang berusaha menjaga asupan kalori.
Jadi, tidak hanya lezat dan mengenyangkan, talas juga dapat memberikan berbagai nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh, terutama karena kandungan serat dan pati resistennya.
7 Surprising Benefits of Taro Root
Komentar