Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

8 Cara Bertengkar yang Sehat agar Hubungan Tetap Harmonis

AN
KR
×
AN
AN
Penulis Media Positif
KR
AN , Kristin Schaefer-Schiumo |
8 Cara Bertengkar yang Sehat agar Hubungan Tetap Harmonis
Cara bertengkar yang sehat

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Bertengkar dengan pasangan sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Kamu dan pasangan tentu punya pemikiran, kebutuhan, kebiasaan, dan cara melihat masalah yang berbeda. Namun, bertengkar memiliki cara yang sehat agar hubunganmu dan pasangan tidak retak.

Cara Bertengkar yang Sehat

Hal yang penting adalah bagaimana kamu dan pasangan menghadapi pertengkaran tersebut. Pertengkaran yang dilakukan dengan saling menyalahkan, berteriak, atau merendahkan justru bisa melukai hubungan. 

Sebaliknya, konflik yang dibicarakan dengan tenang dan penuh rasa hormat dapat membantu kamu dan pasangan lebih memahami satu sama lain.

Lantas, bagaimana cara bertengkar yang sehat agar hubungan tetap harmonis? Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba.

1. Fokus Memahami, Bukan Menang

Saat bertengkar, kamu mungkin ingin membuktikan bahwa pendapatmu benar. Namun, menjadikan pertengkaran sebagai ajang untuk menang justru bisa membuat masalah semakin besar.

Cobalah mengingat bahwa kamu dan pasangan berada di pihak yang sama. Alih-alih berpikir, “Bagaimana caranya supaya dia mengakui aku benar?”, tanyakan kepada diri sendiri, “Sebenarnya apa yang sedang menjadi masalah di antara kami?”

Dengan begitu, tujuan pertengkaran bukan lagi untuk menentukan siapa yang menang, melainkan memahami masalah dan mencari jalan keluar bersama.

2. Gunakan Kalimat “Aku”

Cara kamu menyampaikan perasaan bisa memengaruhi respons pasangan. Ketika sedang kesal, hindari langsung menuduh pasangan dengan kalimat seperti, “Kamu selalu bikin aku kesal.”

Sebagai gantinya, cobalah berbicara dari pengalaman dan perasaanmu sendiri. Misalnya, “Aku merasa sedih ketika kamu tidak memberi kabar.”

Kalimat seperti ini membantu pasangan memahami apa yang kamu rasakan tanpa merasa sedang diserang atau disalahkan.

3. Bahas Satu Masalah dalam Satu Waktu

Ketika emosi sedang tinggi, kamu mungkin tergoda untuk mengungkit berbagai masalah lama. Misalnya, awalnya kamu dan pasangan sedang membahas soal pekerjaan rumah, tetapi kemudian pertengkaran melebar menjadi masalah yang terjadi berbulan-bulan lalu.

Hal ini justru dapat membuat pembicaraan semakin rumit. Cobalah fokus pada masalah yang sedang dihadapi saat ini.

Kamu bisa mengingatkan diri sendiri, “Sekarang kami sedang membicarakan masalah ini,” lalu mengembalikan pembicaraan jika mulai melebar ke masalah lain.

4. Perhatikan Nada Bicara dan Bahasa Tubuh

Bukan hanya kata-kata yang bisa menyakiti pasangan. Nada bicara dan bahasa tubuh juga dapat membuat konflik semakin panas.

Misalnya, berbicara dengan nada sinis, mendengus, memutar mata, atau menunjukkan sikap meremehkan dapat membuat pasangan merasa tidak dihargai.

Karena itu, sebisa mungkin pertahankan nada bicara yang tenang dan bahasa tubuh yang tidak mengintimidasi. Kamu tetap boleh menyampaikan bahwa kamu sedang marah atau kecewa, tetapi lakukan tanpa merendahkan pasangan.

5. Hindari Kata “Selalu” dan “Tidak Pernah”

Kata-kata seperti “selalu” dan “tidak pernah” terdengar seperti tuduhan yang menyamaratakan perilaku pasangan.

Contohnya, daripada mengatakan, “Kamu tidak pernah membantu pekerjaan rumah,” kamu bisa mengatakan, “Belakangan ini aku merasa kurang dibantu mengurus pekerjaan rumah. Aku akan sangat terbantu kalau kamu bisa membantu membereskan pakaian yang sudah dicuci.”

Dengan cara ini, kamu menyampaikan kebutuhan secara lebih jelas tanpa membuat pasangan merasa seluruh perilakunya sedang dihakimi.

6. Beri Jeda Jika Emosi Sudah Memuncak

Tidak semua masalah harus diselesaikan saat itu juga. Jika kamu dan pasangan sudah terlalu marah hingga sulit berpikir jernih, mengambil jeda justru bisa menjadi pilihan yang lebih sehat.

Kamu bisa mengatakan bahwa kamu membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum melanjutkan pembicaraan. Namun, pastikan jeda tersebut disepakati bersama dan tentukan kapan kamu dan pasangan akan kembali membicarakan masalahnya.

Jeda bukan berarti menghindari masalah. Tujuannya adalah memberi kesempatan bagi kalian berdua untuk menenangkan diri agar percakapan berikutnya bisa berlangsung dengan lebih baik.

7. Akui Bagian Kesalahanmu

Dalam sebuah konflik, mungkin kamu merasa pasangan adalah pihak yang paling bersalah. Namun, tetap coba tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya bisa aku lakukan dengan lebih baik?”

Mengakui bagian kesalahanmu tidak berarti kamu harus menerima semua kesalahan atau menganggap perasaanmu tidak penting. Justru, kesediaan untuk melihat kesalahan diri sendiri dapat membantu membangun kepercayaan dalam hubungan.

Kamu bisa meminta maaf jika memang ada ucapan atau tindakanmu yang menyakiti pasangan.

>> Baca juga: 10 Tanda Green Flag dalam Hubungan yang Sehat

8. Akhiri dengan Upaya Memperbaiki Hubungan

Pertengkaran tidak harus berakhir dengan suasana dingin. Setelah masalah mulai mereda, kamu dan pasangan bisa melakukan sesuatu yang sederhana untuk kembali terhubung.

Misalnya, mengatakan sesuatu yang baik, meminta maaf, memberikan sentuhan lembut, atau sekadar mengatakan bahwa kamu tetap peduli pada pasangan.

Upaya kecil seperti ini dapat membantu kamu dan pasangan merasa bahwa meskipun sedang menghadapi masalah, kalian tetap berada di sisi yang sama.

Bertengkar dalam hubungan memang tidak selalu bisa dihindari. Namun, kamu dan pasangan bisa belajar untuk menghadapi konflik tanpa saling menjatuhkan. Ingat, tujuan dari pertengkaran yang sehat bukan membuktikan siapa yang paling benar, melainkan memahami satu sama lain dan menemukan solusi bersama.

How to fight fair in a relationship (8 rules that actually help)
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!