Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Kebugaran

Sakit Kepala karena Alergi? Ini Cara Meredakannya

Ketahui mengapa respons imun tubuh bisa memicu sakit kepala berdenyut!
Nabila
ER
×
Nabila
Nabila
Penulis Media Positif
ER
erica sloan
Full Credit
Nabila , erica sloan |
Sakit Kepala karena Alergi? Ini Cara Meredakannya
Peradangan ini menyebabkan pembengkakan di saluran hidung. (Sumber: freepik)

JAKARTA - MEDIA POSITIF, Hidung berair dan mata gatal bukan satu-satunya tanda alergi serbuk sari. Banyak orang tidak menyadari bahwa sakit kepala berdenyut juga sering kali dipicu oleh reaksi alergi yang sama.

Faktanya, respons imun yang sama yang membuat hidungmu berlendir atau membuatmu bersin terus-menerus dapat membuat kepala kamu berdenyut.  

Mengapa Alergi Menyebabkan Sakit Kepala?

Ketika kamu menghirup serbuk sari, sistem kekebalan tubuh menganggapnya sebagai zat berbahaya dan melepaskan zat kimia peradangan bernama histamin. 

Peradangan ini menyebabkan pembengkakan di saluran hidung yang terhubung ke rongga sinus di dahi, mata, dan tulang pipi. 

Pembengkakan serta penumpukan lendir inilah yang menimbulkan rasa tekanan berat di wajah dan sakit kepala. 

Bagi penderita migrain, peradangan dan hidung tersumbat ini juga bisa memicu serangan migrain yang lebih parah dan lebih sering.

Cara Membedakan Sakit Kepala Alergi dengan Sakit Kepala Lainnya

Sakit kepala alergi biasanya terasa seperti nyeri tumpul berdenyut di dahi, pipi, atau pelipis, disertai rasa berat di wajah dan hidung tersumbat. 

Rasa sakitnya makin terasa saat menunduk atau berbaring. Berbeda dengan migrain yang memicu nyeri tajam hebat di satu sisi kepala disertai mual serta sensitif terhadap cahaya dan suara. 

Sementara itu, sakit kepala tegang terasa seperti kepala diikat kencang, dan sakit kepala kluster menyebabkan nyeri tajam berfokus di sekitar satu mata.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Akibat Alergi

1. Minum Obat Alergi Sejak Awal dan Teratur

Konsumsilah obat antihistamin harian yang tidak menyebabkan kantuk (seperti cetirizine atau loratadine) sejak awal musim alergi karena butuh waktu 1–2 minggu untuk bekerja maksimal. 

Dokter juga menyarankan untuk mengombinasikannya dengan semprotan hidung kortikosteroid (fluticasone) guna meredakan peradangan langsung di saluran hidung.

2. Kurangi Paparan Serbuk Sari

Minimalkan masuknya serbuk sari dengan menutup jendela rumah, menggunakan pembersih udara (air purifier) berfilter HEPA, dan rajin menyedot debu. 

Setelah beraktivitas di luar rumah, segeralah mandi dan bilas rongga hidungmu menggunakan semprotan saline atau Neti Pot untuk membersihkan lendir dan serbuk sari yang menempel.

3. Gunakan Dekongestan Secara Bijak

Obat pelega hidung tersumbat (seperti pseudoephedrine atau semprotan hidung) memang efektif memberikan rasa lega dengan cepat. 

Namun, hindari menggunakannya lebih dari 3 hari berturut-turut karena dapat menyebabkan efek balik (rebound congestion) yang justru memperparah penyumbatan hidung.

4. Gunakan Obat Pereda Nyeri Jika Diperlukan

Untuk meredakan rasa sakit kepala dengan cepat, kamu dapat mengonsumsi obat pereda nyeri bebas seperti ibuprofen atau paracetamol

Hindari penggunaan obat antiinflamasi lebih dari 10 hari berturut-turut tanpa arahan dokter. Jika sakit kepala terus berlanjut hingga membuat kamu sering bergantung pada obat pereda nyeri, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

self.com
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!