JAKARTA - MEDIA POSITIF, Bahu dan dahi biasanya menjadi area yang paling sering terbakar sinar matahari. Namun, area sensitif lain seperti bibir juga bisa mengalaminya, terutama bibir bagian bawah.
Bibir yang terpapar paparan sinar matahari berlebih tidak hanya menimbulkan rasa perih, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit.
Faktanya, bibir bawah memiliki risiko terkena kanker kulit hingga 12 kali lebih tinggi dibandingkan bibir atas.
Gejala Bibir Terbakar Sinar Matahari
Ciri-ciri bibir kamu mengalami sunburn antara lain warna bibir yang tampak lebih merah dari biasanya dan membengkak hingga terasa sedikit tebal.
Selain itu, kulit bibir akan terasa perih atau sensitif saat disentuh, serta bisa muncul benjolan lepuh (blistering) kecil di permukaannya.
Luka terbakar yang ringan biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 5 hari.
Beda Lepuh Akibat Sunburn vs Cold Sore
Bibir melepuh karena terbakar matahari sering kali mirip dengan cold sore (herpes oral), padahal keduanya berbeda.
Cold sore menimbulkan sensasi gatal, panas seperti terbakar, atau kesemutan. Benjolannya biasanya berisi nanah dan bisa dipicu oleh stres, flu, atau paparan matahari.
Sementara itu, lepuh akibat sunburn berupa benjolan kecil berwarna putih yang berisi cairan jernih dan biasanya disertai tanda terbakar matahari di area kulit wajah atau tubuh lainnya.
Segera cari bantuan medis jika kamu mengalami pembengkakan bibir yang parah, lidah membengkak, atau muncul ruam di kulit karena ini bisa menandakan reaksi alergi yang serius.
Cara Mengobati Bibir Terbakar Matahari di Rumah
Mengobati bibir sedikit berbeda dari area tubuh lain karena ada risiko bahan obat tertelan. Untuk meredakannya, kamu bisa membasahi kain lembut dengan air dingin atau air es lalu menempelkannya ke bibir sebagai kompres dingin.
Kamu juga bisa mengoleskan gel dari tanaman lidah buaya murni atau produk gel 100% aloe vera yang sudah didinginkan di kulkas agar terasa lebih segar.
Selain penanganan luar, mengonsumsi obat antiinflamasi pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu meredakan peradangan dan perih dari dalam.
Gunakan juga pelembap lembut khusus bibir yang bebas bahan petroleum untuk menjaga kelembapannya.
Sebagai opsi terakhir jika cara lain belum berhasil, kamu bisa mengoleskan krim hydrocortisone 1% secara tipis dengan berhati-hati agar tidak menjilatinya.
Hal yang Wajib Dihindari
Hindari penggunaan produk obat yang mengandung bahan berakhiran "caine" seperti lidocaine atau benzocaine, karena dapat memicu iritasi maupun alergi dan berbahaya jika tertelan.
Kamu juga wajib menghindari pelembap berbahan dasar petroleum (seperti petroleum jelly) karena dapat mengunci suhu panas di dalam kulit. Jangan pernah memecahkan benjolan lepuh di bibir agar tidak memicu infeksi.
Untuk mencegah bibir terbakar di kemudian hari, mulailah menggunakan lip balm atau lipstik yang mengandung SPF minimal 30.
Karena kita sering makan, minum, dan menjilat bibir, pastikan untuk mengoleskan kembali lip balm ber-SPF setiap satu jam sekali saat beraktivitas di luar ruangan.
healthline.com
Komentar