JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Investasi menjadi salah satu cara untuk mengembangkan aset dan mencapai tujuan keuangan di masa depan. Namun, bagi pemula, memulai investasi sering kali terasa membingungkan. Banyak pilihan instrumen investasi, istilah yang belum familiar, hingga berbagai informasi di media sosial membuat orang mudah mengambil keputusan yang kurang tepat.
Kesalahan Investasi Pemula
Kesalahan saat mulai berinvestasi bisa berdampak besar. Bukan hanya berpotensi menimbulkan kerugian, tetapi juga membuat kamu kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.
Kabar baiknya, sebagian besar kesalahan tersebut sebenarnya bisa dihindari. Dengan mengetahui apa saja yang perlu diwaspadai sejak awal, kamu dapat membangun kebiasaan investasi yang lebih bijak.
Berikut beberapa kesalahan investasi yang paling sering dilakukan pemula.
1. Menunda Mulai Berinvestasi
Banyak orang berpikir mereka baru perlu berinvestasi ketika penghasilan sudah besar atau kondisi keuangan sudah benar-benar mapan. Akibatnya, mereka terus menunda dan hanya menyimpan uang di tabungan dengan imbal hasil yang relatif kecil.
Padahal, salah satu keuntungan terbesar dalam investasi adalah pertumbuhan nilai aset seiring waktu. Semakin cepat kamu mulai, semakin lama uangmu memiliki kesempatan untuk berkembang.
Kamu juga tidak harus langsung berinvestasi dengan nominal besar. Memulai secara rutin dengan jumlah yang sesuai kemampuan sering kali lebih baik daripada terus menunggu waktu yang dianggap "sempurna".
2. Tidak Memiliki Rencana Investasi
Berinvestasi tanpa tujuan ibarat melakukan perjalanan tanpa mengetahui tujuan akhirnya.
Tanpa rencana yang jelas, kamu akan lebih mudah tergoda mengikuti tren, panik saat harga turun, atau memilih produk investasi yang sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhanmu.
Sebelum mulai berinvestasi, tentukan terlebih dahulu tujuan keuangan yang ingin dicapai. Misalnya untuk dana pensiun, membeli rumah, biaya pendidikan, atau tujuan jangka panjang lainnya.
Selain itu, tentukan juga jangka waktu investasi, jumlah dana yang akan disisihkan secara rutin, serta tingkat risiko yang sanggup kamu terima. Dengan memiliki rencana, keputusan investasi akan lebih terarah.
3. Mengambil Keputusan Berdasarkan Emosi
Naik turunnya harga investasi sering kali memengaruhi emosi investor, terutama pemula.
Saat harga turun, kamu mungkin merasa takut dan langsung menjual aset karena khawatir mengalami kerugian yang lebih besar. Sebaliknya, ketika harga sedang melonjak dan banyak orang membicarakannya, kamu bisa tergoda ikut membeli karena takut ketinggalan peluang (fear of missing out atau FOMO).
Padahal, keputusan yang dibuat karena rasa takut atau serakah sering kali justru merugikan.
Sebelum membeli atau menjual investasi, beri waktu untuk mengevaluasi kondisi pasar dan lakukan riset terlebih dahulu. Jangan hanya mengikuti rekomendasi teman atau tren yang sedang viral.
4. Mengabaikan Dampak Pajak
Saat mulai berinvestasi, banyak orang hanya fokus pada potensi keuntungan tanpa mempertimbangkan pajak yang mungkin dikenakan.
Padahal, pada beberapa jenis investasi, pajak dapat memengaruhi hasil yang akhirnya kamu terima. Karena itu, penting untuk memahami aturan perpajakan yang berlaku pada instrumen investasi yang dipilih.
Dengan mengetahui konsekuensi pajaknya sejak awal, kamu bisa membuat perencanaan investasi yang lebih matang dan memiliki gambaran yang lebih realistis mengenai potensi keuntungan bersih.
5. Tidak Melakukan Diversifikasi
Kesalahan berikutnya adalah menaruh seluruh dana pada satu jenis investasi atau satu perusahaan saja.
Cara ini memang terlihat sederhana, tetapi risikonya cukup besar. Jika nilai investasi tersebut turun, seluruh portofoliomu juga akan ikut terdampak.
Untuk mengurangi risiko, lakukan diversifikasi dengan menyebarkan dana ke beberapa jenis aset atau instrumen investasi. Misalnya, kamu dapat mengombinasikan investasi pada reksa dana, obligasi, emas, maupun saham sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Diversifikasi tidak menjamin kamu terbebas dari kerugian, tetapi dapat membantu mengurangi dampaknya ketika salah satu investasi mengalami penurunan.
6. Tidak Memperhatikan Biaya Investasi
Selain potensi keuntungan, kamu juga perlu memperhatikan biaya yang dikenakan pada produk investasi.
Beberapa instrumen investasi memiliki biaya pengelolaan, biaya transaksi, atau biaya administrasi yang jika diakumulasikan dalam jangka panjang dapat mengurangi hasil investasimu.
Karena itu, jangan hanya membandingkan potensi keuntungan, tetapi perhatikan juga besarnya biaya yang harus dibayar. Memilih produk investasi dengan biaya yang wajar dapat membantu memaksimalkan hasil investasi dalam jangka panjang.
>> Baca juga: Investasi untuk Pemula: Langkah Mudah Membangun Masa Depan Finansial
Tips agar Pemula Terhindar dari Kesalahan Investasi
Jika kamu baru mulai berinvestasi, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko melakukan kesalahan.
-
Mulai berinvestasi sedini mungkin, meski dengan nominal kecil.
-
Tentukan tujuan investasi sebelum memilih produk.
-
Pelajari risiko setiap instrumen investasi agar sesuai dengan profil risikomu.
-
Lakukan riset dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
-
Diversifikasikan investasi agar risiko tidak bertumpu pada satu aset.
-
Perhatikan biaya dan ketentuan investasi sebelum membeli suatu produk.
-
Fokus pada tujuan jangka panjang dan hindari mengambil keputusan karena emosi sesaat.
Ingat, investasi bukan cara untuk cepat kaya. Sebaliknya, investasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan disiplin agar tujuan keuanganmu dapat tercapai.
Avoid These 6 Common Beginner Investing Mistakes That Could Cost You Big
Komentar