JAKARTA - MEDIAPOSTIF, Mendampingi orang tersayang yang didiagnosis kanker bisa terasa sangat berat. Mengubah rasa bingung menjadi tindakan nyata memerlukan pemahaman mendalam tentang apa yang benar-benar dibutuhkan oleh pasien, bukan sekadar apa yang kita kira mereka butuhkan.
Menurut Dr. Monique James, seorang psikiater di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, kunci utamanya adalah menempatkan kebutuhan pasien sebagai pusat perhatian.
Berikut lima langkah tulus yang dapat kamu lakukan untuk memberikan dukungan yang benar-benar bermanfaat:
1. Jujurlah pada Diri Sendiri
Ketahui dengan jelas batasan waktu dan sumber daya emosional yang kamu miliki. Jangan memaksakan diri melakukan hal-hal di luar kemampuanmu, seperti berjanji berkunjung setiap hari padahal jadwal pekerjaan kamu sangat padat.
Hadir secara utuh dan bersikap sabar saat bertemu jauh lebih berharga daripada sering datang tetapi pikiran kamu terdistraksi oleh tumpukan tugas lain.
Jika kamu merasa terlalu membebani diri sendiri, luangkan waktu untuk mengevaluasi alasan di balik tindakan tersebut.
2. Jadikan Pasien sebagai Pusat Perhatian
Sebelum menawarkan bantuan, ajukan pertanyaan jujur pada diri sendiri “Apakah saya melakukan ini untuk membantu pasien, atau untuk menenangkan rasa cemas saya sendiri?”
Sering kali kita melakukan sesuatu hanya karena merasa “seharusnya” dilakukan. Tanpa disadari, bisa jadi kedatangan kamu setiap hari justru menyita waktu istirahat yang mereka butuhkan.
Selalu periksa kembali apakah bantuan yang kamu berikan adalah hal yang memang mereka inginkan.
3. Bersikaplah Spesifik
Kalimat seperti “Beri tahu ya kalau butuh bantuan” sering kali menumpuk beban pada pasien untuk berpikir dan meminta. Pasien yang sedang mengalami kelelahan dan efek samping pengobatan akan lebih terbantu jika kamu menawarkan hal yang spesifik.
Sebagai contoh, katakan “Aku bisa datang hari Senin jam 4 sore untuk membawakan sup ayam untuk makan malam.” Menawarkan bantuan spesifik sesuai dengan keahlianmu, seperti memasak, menemani membuat kerajinan tangan, atau sekadar memotong sayuran.
4. Temui Mereka di Tempat Mereka Berada
Setiap orang memiliki tingkat energi dan cara mengatasi masalah yang berbeda. Meskipun kamu atau orang lain pernah mengalami diagnosis serupa, perjalanan tiap individu tidak pernah sama.
Jangan memaksakan ekspektasi kamu pada mereka. Saat berkunjung, cobalah bertanya “Hari ini perasaanmu bagaimana?” atau “Sedang ingin melakukan apa hari ini?” daripada pertanyaan berat seperti “Bagaimana hasil pengobatan terakhirmu?”
5. Minta Izin
Atasi kecanggok dengan meminta izin secara terbuka. Komunikasikan bagaimana mereka ingin dihubungi, apakah melalui pesan singkat, telepon, atau justru sedang ingin menjauh dari ponsel.
Begitu pula saat ingin berkunjung, tanyakan terlebih dahulu apakah mereka siap menerima tamu. Riset menunjukkan bahwa dukungan sosial yang baik membantu pasien merasa lebih tenang dan menghadapi ketidakpastian pengobatan dengan lebih kuat.
verywellmind.com
Komentar