JAKARTA - MEDIA POSITIF, Saat berpikir untuk meningkatkan kualitas hidup, kita sering kali berfokus pada karir, keuangan, atau kesehatan fisik.
Namun, mempererat persahabatan sebenarnya adalah langkah besar yang tidak kalah penting. Persahabatan adalah sebuah keterampilan yang bisa kamu latih dan tingkatkan seiring berjalannya waktu.
Para ahli kesehatan mental membagikan pandangan mereka tentang apa yang dibutuhkan untuk menjadi teman yang lebih baik dan bagaimana cara memperdalam hubungan dengan orang-orang terdekatmu.
Arti Sahabat Sejati dan Manfaat Pentingnya bagi Kesehatan
Menjadi teman yang baik bukan berarti kamu harus selalu tahu kata-kata yang sempurna untuk diucapkan. Hal terpenting adalah kehadiran, rasa ingin tahu yang tulus, dan konsistensi.
Seorang teman yang baik adalah sosok yang hadir, mendengarkan tanpa menghakimi, merayakan kebahagiaanmu, dan mendukungmu saat melewati masa-masa sulit tanpa kepura-puraan.
Menariknya, menjadi teman yang baik tidak hanya menguntungkan orang lain, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental dan fisikmu sendiri. Hadir untuk orang lain dapat memperkuat rasa memiliki tujuan hidup dan rasa terhubung.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa persahabatan yang kuat berkaitan erat dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah, rasa percaya diri yang lebih tinggi, hingga harapan hidup yang lebih panjang.
Sebaliknya, isolasi sosial dan kesepian dapat berdampak buruk bagi kesehatan, dimana dampak buruknya setara dengan merokok hingga 15 batang sehari. Hubungan yang berkualitas adalah kunci utama untuk mengatasi rasa kesepian tersebut.
5 Tips Praktis untuk Menjadi Teman yang Lebih Baik
Menjadi teman yang lebih baik tidak selalu membutuhkan tindakan besar yang dramatis. Sering kali, tindakan-tindakan kecil dan bermaknalah yang membangun rasa percaya dari waktu ke waktu:
1. Mendengarkan dengan Sungguh-Sungguh
Jangan sibuk memikirkan tanggapanmu berikutnya saat temanmu sedang berbicara. Cukup hadir, dengarkan, dan buat mereka merasa aman untuk berbagi.
2. Validasi Pengalaman Mereka
Kamu tidak perlu selalu menyelesaikan atau memberi solusi atas masalah temanmu. Cukup akui dan validasi perasaan mereka tanpa menghakimi atau memberi saran yang tidak diminta.
3. Rutin Menyapa
Kamu tidak butuh percakapan berjam-jam untuk menunjukkan kepedulian. Pesan singkat seperti “Lagi mikirin keadaan kamu, gimana kabarmu?” sudah sangat berarti.
4. Rayakan Keberhasilan Mereka
Dukung dan rayakan setiap pencapaian temanmu, sekecil apa pun itu, dengan penuh antusiasme.
5. Hormati Batasan (Boundaries)
Baik saat temanmu membutuhkan waktu sendiri atau belum siap bercerita, menghargai batasan mereka menunjukkan bahwa kamu benar-benar tulus menghormati kebutuhan mereka.
Menghindari Perilaku Buruk dan Mendukung Teman yang Berjuang
Selain melakukan hal-hal positif, penting juga untuk menghindari kebiasaan yang bisa merusak persahabatan, seperti terlalu menghakimi, membuat asumsi tanpa komunikasi yang jelas, memotong pembicaraan, atau memberi saran tanpa diminta.
Jika kamu mendapati kebiasaan ini mulai muncul pada dirimu, cobalah untuk perlahan memperbaikinya.
Jika temanmu sedang berjuang menghadapi masalah kesehatan mental, langkah terbaik adalah hadir sebagai pendengar yang empati dan tidak menghakimi.
Jika kondisinya tampak semakin memburuk, seperti mulai menarik diri atau merasa putus asa, sampaikan kepedulianmu secara lembut dan dorong mereka untuk mencari bantuan profesional.
Ingatlah bahwa menjadi teman yang baik tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kehadiran dan meluangkan waktunya.
verywellmind.com
Komentar